Pramono Anung Larang Atap Seng untuk Rumah Baru di Jakarta

- Rabu, 04 Februari 2026 | 14:18 WIB
Pramono Anung Larang Atap Seng untuk Rumah Baru di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, punya instruksi baru soal pembangunan rumah di ibu kota. Ia melarang penggunaan atap seng untuk proyek-proyek perumahan baru yang dikerjakan pemerintah daerah. Perintah itu disampaikannya langsung di Balai Kota, Rabu lalu.

"Saya akan memerintahkan untuk rumah-rumah susun baru atau rumah-rumah baru yang dibangun oleh Pemerintah DKI Jakarta udah nggak boleh lagi pakai seng," tegas Pram di hadapan para wartawan.

Larangan ini bukan muncul begitu saja. Menurut Pram, langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Sang presiden sebelumnya memang meminta masyarakat menghentikan pemakaian seng untuk atap, sebuah gerakan yang ia sebut 'gentengisasi'.

"Jadi hal yang berkaitan dengan gentengisasi, tentunya yang pertama DKI Jakarta akan menindaklanjuti," jelasnya. "Karena memang bagi Jakarta juga lebih baik lah."

Sebenarnya, penggunaan seng di Jakarta sendiri sudah tak terlalu masif. Pram mengakui hal itu. Namun begitu, untuk ke depannya, aturan ini akan diberlakukan secara tegas. Material seng harus diganti dengan genteng.

"Dan memang di Jakarta yang memanfaatkan seng itu sebenarnya tidak terlalu banyak," tambahnya.

Di sisi lain, gagasan gentengisasi yang digaungkan Prabowo punya tujuan yang lebih luas. Bukan cuma soal estetika, tapi juga kenyamanan dan keberlanjutan. Presiden menilai seng kurang cocok untuk iklim tropis panas, mudah berkarat, dan dinilainya kurang ramah lingkungan.

“Seng ini panas untuk penghuni, seng ini juga berkarat, jadi tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genteng dari seng,” ujar Prabowo dalam sebuah rapat koordinasi nasional di Sentul, awal pekan ini.

“Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi nanti ini gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi ke Indonesia,” lanjutnya.

Jadi, mulai sekarang, wajah pemukiman di Jakarta bakal berubah perlahan. Dari yang mungkin sebelumnya dipenuhi warna perak atap seng, lambat laun akan berganti dengan warna-warna genteng yang dianggap lebih teduh dan tahan lama.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar