CBA Serukan Kejagung Usut Dugaan Pemborosan Rp 338 Miliar untuk Dukungan Teknis Oracle
Jakarta – Isu pengadaan pemerintah kembali menyita perhatian. Center for Budget Analysis (CBA) secara resmi mendesak Kejaksaan Agung untuk membuka penyelidikan. Objeknya adalah pengadaan Annual Technical Support (ATS) atau dukungan teknis tahunan untuk lisensi perangkat lunak Oracle pada sistem SAKTI di lingkungan Ditjen Perbendaharaan, Kemenkeu. Nilainya fantastis, dan menurut CBA, pengadaannya dilakukan berulang selama delapan tahun tanpa manfaat yang jelas.
Uchok Sky Khadafi, Direktur Eksekutif CBA, tak ragu menyebutnya sebagai pemborosan. “Perpanjangan ATS di Direktorat Jenderal Perbendaharaan ini hanya buang-buang duit negara saja. Tidak ada manfaat signifikan,” tegasnya pada Selasa (3/2/2026).
Argumennya sederhana tapi menusuk. Menurut Uchok, pemilik lisensi ATS yang berlokasi di luar negeri itu tak pernah sekalipun mengirimkan ahli untuk menangani masalah teknis SAKTI.
“Tidak pernah ada ahli dari luar negeri yang datang untuk memperbaiki atau memberikan dukungan teknis. Kalau ada masalah aplikasi, yang mengerjakan justru vendor pemenang aplikasi SAKTI, bukan pemilik Annual Technical Support yang ada di luar negeri,” ujarnya.
Artikel Terkait
Korban Pencurian Rp 50 Juta Berbalik Jadi Tersangka Usai Gasak Maling Sendiri
Meri Hoegeng, Istri Sang Kapolri Legendaris, Tutup Usia di Usia 100 Tahun
Dua Sahabat, Satu Kementerian: Nasib Berbeda di Balik Meja Kekuasaan
Babah Alun: Bergabung dengan Board of Peace Bawa Indonesia Lebih Diperhitungkan