Di Jakarta Pusat, Selasa lalu, suara Babah Alun atau Jusuf Hamka terdengar cukup optimis. Ia bicara soal langkah Indonesia bergabung dengan Board of Peace. Menurutnya, langkah ini bakal mendatangkan lebih banyak keuntungan ketimbang kerugian.
“Tapi menurut saya akan lebih banyak manfaatnya,” ujarnya. “Paling tidak kita bisa duduk sejajar di dunia internasional.”
Baginya, ini soal posisi Indonesia di mata global. Dengan ikut serta, negara kita bakal lebih diperhitungkan. Lebih dipandang.
Pernyataan itu ia sampaikan usai menghadiri pertemuan di Istana Negara. Di sana, Presiden Prabowo menggelar duduk bersama sejumlah ulama dan tokoh Islam. Topiknya tak lain adalah rencana bergabung dengan BoP itu.
“Semua pertemuannya bagus dan interaktif ya,” kenang Babah Alun. “Dan setelah dijelaskan Bapak Presiden, akhirnya kami semua mengerti.”
Ia mengakui, awalnya mungkin banyak yang belum paham. Namun begitu, Babah Alun melihat Prabowo sebagai sosok yang tak bisa dibaca dengan gampang. Latar belakangnya di militer, sebagai mantan Danjen Kopassus dan Pangkostrad, membentuk cara berpikir yang strategis. “Beliau ini ahli strategi ya,” katanya. “Bekas di medan perang semua.”
Setelah penjelasan dari Presiden, katanya, para peserta mulai menyadari sesuatu. Ternyata, langkah Indonesia di BoP ini berangkat dari semangat perdamaian. Bukan sekadar politik biasa.
Ia pun menyinggung soal Gaza. Sebagai contoh nyata, ia melihat perkembangan positif di sana. “Jadi beliau cinta perdamaian,” tandas Babah Alun. “Dan sekarang sudah terdapat, kalau kemarin kan nggak boleh bahan makanan masuk, sekarang udah 4.500-an truk sudah bisa masuk.”
Narasi yang ia sampaikan sederhana: dari pertemuan itu, muncul pemahaman baru. Langkah strategis itu punya tujuan yang jelas. Dan hasilnya, meski perlahan, mulai terlihat.
Artikel Terkait
Juru Parkir di Makassar Viral Minta Tarif Rp20.000, Polisi Amankan Pelaku
Akun Instagram Ahmad Dhani Diduga Diretas, Munculkan Promo Emas dan iPhone dengan Harga Tak Wajar
Mahfud MD: KPRP Rekomendasikan Kompolnas Jadi Lembaga Independen Pengawas Polri
Harga Emas Galeri24 Naik Rp10.000, UBS Justru Terkoreksi Rp13.000 per Gram