Ia mengakui, awalnya mungkin banyak yang belum paham. Namun begitu, Babah Alun melihat Prabowo sebagai sosok yang tak bisa dibaca dengan gampang. Latar belakangnya di militer, sebagai mantan Danjen Kopassus dan Pangkostrad, membentuk cara berpikir yang strategis. “Beliau ini ahli strategi ya,” katanya. “Bekas di medan perang semua.”
Setelah penjelasan dari Presiden, katanya, para peserta mulai menyadari sesuatu. Ternyata, langkah Indonesia di BoP ini berangkat dari semangat perdamaian. Bukan sekadar politik biasa.
Ia pun menyinggung soal Gaza. Sebagai contoh nyata, ia melihat perkembangan positif di sana. “Jadi beliau cinta perdamaian,” tandas Babah Alun. “Dan sekarang sudah terdapat, kalau kemarin kan nggak boleh bahan makanan masuk, sekarang udah 4.500-an truk sudah bisa masuk.”
Narasi yang ia sampaikan sederhana: dari pertemuan itu, muncul pemahaman baru. Langkah strategis itu punya tujuan yang jelas. Dan hasilnya, meski perlahan, mulai terlihat.
Artikel Terkait
Kapolri dan Jajaran Petinggi Berduka, Wasiat Terakhir Istri Hoegeng Terungkap
Megawati: Kekuasaan Bukan untuk Mendominasi, Tapi Merawat
Saksi Ungkap Rasa Takut yang Paksa Mundur dari Proyek Chromebook Kemendikbud
Lautan Bunga Berduka untuk Istri Hoegeng, dari Presiden hingga Mantan Kapolri