Ia mengakui, awalnya mungkin banyak yang belum paham. Namun begitu, Babah Alun melihat Prabowo sebagai sosok yang tak bisa dibaca dengan gampang. Latar belakangnya di militer, sebagai mantan Danjen Kopassus dan Pangkostrad, membentuk cara berpikir yang strategis. “Beliau ini ahli strategi ya,” katanya. “Bekas di medan perang semua.”
Setelah penjelasan dari Presiden, katanya, para peserta mulai menyadari sesuatu. Ternyata, langkah Indonesia di BoP ini berangkat dari semangat perdamaian. Bukan sekadar politik biasa.
Ia pun menyinggung soal Gaza. Sebagai contoh nyata, ia melihat perkembangan positif di sana. “Jadi beliau cinta perdamaian,” tandas Babah Alun. “Dan sekarang sudah terdapat, kalau kemarin kan nggak boleh bahan makanan masuk, sekarang udah 4.500-an truk sudah bisa masuk.”
Narasi yang ia sampaikan sederhana: dari pertemuan itu, muncul pemahaman baru. Langkah strategis itu punya tujuan yang jelas. Dan hasilnya, meski perlahan, mulai terlihat.
Artikel Terkait
Bournemouth Tahan Imbang Manchester United 2-2 dalam Drama Gol Bunuh Diri dan Kartu Merah
Tewas di Tepi Sungai Lasolo, Abdul Kahar Muzakkar Akhiri Pemberontakan 12 Tahun
Napoli Amankan Kemenangan Tipis 1-0 atas Cagliari Berkat Gol Kilat McTominay
Luka Doncic Cetak 60 Poin, Bawa Lakers dan Momentum ke Level Baru