Kotak Pandora Epstein Terbuka: Nama-nama Besar Tercoreng dalam Jutaan Halaman Dokumen

- Senin, 02 Februari 2026 | 17:18 WIB
Kotak Pandora Epstein Terbuka: Nama-nama Besar Tercoreng dalam Jutaan Halaman Dokumen

Pada Jumat lalu, Kementerian Kehakiman AS akhirnya membuka keran. Mereka merilis jutaan lembar dokumen yang berkaitan dengan kasus Jeffrey Epstein, terpidana kejahatan seks yang tewas di sel tahanannya. Yang menarik, sederet nama besar bertebaran di dalamnya, mulai dari Donald Trump hingga Elon Musk.

Bayangkan saja, totalnya lebih dari 3 juta halaman. Ditambah ribuan video dan gambar. Rilis ini benar-benar membuka tabir betapa luas dan rumitnya jaringan sosial Epstein. Dia, seorang pemodal kaya keturunan Yahudi yang hidupnya diwarnai skandal pedofilia, ternyata punya koneksi ke mana-mana. Lingkarannya mencakup politisi, konglomerat, hingga selebritas papan atas.

Nama Elon Musk, misalnya, muncul. Disebutkan bahwa Musk pernah menanyakan soal sebuah pesta kepada Epstein. Tapi, lewat pernyataan resmi, bos Tesla dan SpaceX itu membantah keras pernah menghadiri acara apa pun yang digelar Epstein.

Lalu ada Kevin Warsh. Pria yang pernah dinominasikan Trump untuk memimpin The Fed ini disebut mendapat undangan ke pesta Natal dari Epstein. Meski begitu, tidak ada kejelasan apakah dia benar-benar datang atau tidak.

Di sisi lain, publikasi ini kembali menyoroti hubungan beberapa tokoh lama dengan Epstein. Mantan Presiden Bill Clinton dan mantan Menteri Keuangan Larry Summers, misalnya. Keduanya sudah berulang kali menyatakan penyesalan atas kedekatan itu dan membantah terlibat pelanggaran.

Yang cukup mengejutkan, nama Bill Gates juga ada di dokumen itu. Sebuah draf email yang ditulis Epstein mengindikasikan hal yang cukup sensitif: Gates disebut tertular penyakit menular seksual dari ‘gadis-gadis Rusia’ saat berkunjung ke pulau pribadi Epstein, Little Saint James. Dokumen itu juga menyebut Gates diduga mencari antibiotik diam-diam setelah kejadian tersebut.

Tentu saja, pihak Gates membantah habis-habisan. Seorang jubir menegaskan bahwa klaim dalam dokumen itu “sepenuhnya absurd dan sangat tidak benar.”


Halaman:

Komentar