Bagaimana dengan Trump?
Nama Donald Trump sendiri muncul dalam ratusan dokumen. Namun, menurut laporan, sebagian besar isinya cuma kumpulan kliping media lama. Ada satu email internal penyelidik federal yang membahas tuduhan terhadap Trump terkait Epstein. Tapi, email itu sendiri menyimpulkan bahwa tidak ada klaim kejahatan yang terbukti, dan beberapa tuduhan dianggap tidak kredibel.
Trump sendiri, seperti dikutip AFP, kembali bersikukuh. Dia menyatakan tidak tahu apa-apa tentang aktivitas kriminal Epstein.
Menariknya, mengungkap dokumen Epstein ini sebenarnya adalah janji kampanye Trump. Meski sempat ditunda, akhirnya dirilis juga. Kementerian Kehakiman mencatat, banyak dari materi ini berisi klaim yang tidak benar dan cenderung sensasional tentang Trump.
Wakil Jaksa Agung AS, Todd Blanche, menegaskan bahwa rilis Jumat lalu adalah tahap akhir. Pemerintahan Trump telah menyelesaikan publikasi dokumen Epstein.
Jadi, begitulah. Rilis besar-besaran ini lebih seperti membuka kotak Pandora berisi gosip, klaim, dan sedikit fakta. Masing-masing nama yang disebut sudah membantah, dan kebenaran sejatinya mungkin tetap terselubung dalam tumpukan jutaan halaman itu.
Artikel Terkait
Sandiwara Kekuasaan: Mengapa Listyo Sigit Bersedia Jadi Tersangka Utama?
Pandji Pragiwaksono Diperiksa Bareskrim Soal Materi Lawas Toraja
Kronologi Kekerasan di Balik Penetapan Habib Bahar bin Smith sebagai Tersangka
LPSK Soroti Reviktimisasi dan Jalan Terjal Korban Grooming Anak