Di Gedung Bursa Efek Indonesia, Senin lalu, suasana konferensi pers terasa cukup optimis. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru saja menggelar pertemuan penting dengan perwakilan MSCI, lembaga penyedia indeks global ternama. Pertemuan ini, yang juga dihadiri BEI, KSEI, dan Danareksa, intinya membahas langkah konkret meningkatkan transparansi pasar modal kita.
Hasan Fawzi, Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, tampil menjelaskan. Ia menyebut diskusi berjalan konstruktif dan sejalan dengan agenda reformasi yang sedang digenjot.
Ini merupakan tindak lanjut dari temuan MSCI sebelumnya. Intinya, OJK siap membuka data kepemilikan investor yang menguasai lebih dari 1% saham perusahaan terbuka. Sebuah langkah yang dinanti untuk menjawab isu transparansi.
Tak cuma itu, ada rencana lain yang sedang disiapkan. OJK akan mendorong perincian data investor yang lebih granular. Selama ini, klasifikasi investor di KSEI hanya mencakup sembilan tipe utama. Nantinya, akan dikembangkan menjadi 27 sub-tipe.
Artikel Terkait
Demutualisasi BEI Mandek, OJK Masih Menunggu Payung Hukum dari Pemerintah
Di Balik Anjloknya IHSG, Investor Asing Justru Borong Rp 654,9 Miliar
Harga Telur dan Cabai Merah Dorong Deflasi di Tiga Provinsi Sumatera
OJK Soroti Aksi Rebalancing Investor di Balik IHSG Anjlok 5%