Palantir Pacu Nasdaq, Emas Melonjak 6% di Tengah Gejolak Pasar

- Selasa, 03 Februari 2026 | 23:00 WIB
Palantir Pacu Nasdaq, Emas Melonjak 6% di Tengah Gejolak Pasar

Wall Street buka dengan catatan hijau tipis di pagi Selasa itu. Meski kenaikannya tak banyak, suasana pasar terasa lebih optimis dibandingkan hari-hari sebelumnya. Sentimen ini muncul beriringan dengan rilis laporan keuangan sejumlah perusahaan dan prospek cerah dari dunia kecerdasan buatan.

Indeks Nasdaq, yang sarat dengan saham teknologi, bertambah 0,2 persen. Sementara itu, S&P 500 naik sedikit 0,1 persen. Dow Jones justru menunjukkan kinerja terbaik di antara ketiganya, dengan kenaikan sekitar 0,3 persen.

Pendorong utama optimisme hari ini datang dari Palantir Technologies. Laporan kuartalan perusahaan analitik data itu jauh melampaui ekspektasi, terutama berkat tingginya permintaan terhadap platform AI-nya. Kabar ini langsung mengguncang pasar: saham Palantir melonjak lebih dari 11 persen bahkan sebelum bel pembukaan berbunyi. Performa gemilang ini sekaligus memberi sinyal bahwa tren perdagangan AI masih punya tenaga untuk terus berlari. S&P 500 pun terdorong mendekati level rekor barunya.

Namun begitu, bukan berarti semua berjalan mulus di sektor AI. Ada dinamika lain yang patut dicermati, khususnya terkait hubungan antara Nvidia dan OpenAI. Rupanya, ada ketidakpuasan dari pihak OpenAI terhadap chip AI terbaru Nvidia. Hal ini dikabarkan menghambat pembicaraan investasi raksasa yang nilainya bisa mencapai 100 miliar dolar AS.

CEO Nvidia, Jensen Huang, tampaknya berusaha meredam isu ini. Dalam sebuah pernyataan pada Senin, ia meremehkan kabar tentang rencana investasi tersebut.

Di sisi lain, ada berita kurang menggembirakan dari PayPal. Raksasa pembayaran digital ini meleset dari perkiraan pendapatan dan proyeksi para analis. Sahamnya pun terjun bebas, anjlok lebih dari 16 persen. Perusahaan ini juga mengumumkan kepemimpinan baru, dengan menunjuk bos HP, Enrique Lores, sebagai CEO.

Perubahan pucuk pimpinan juga terjadi di The Walt Disney Company. Raksasa hiburan itu menunjuk Josh D'Amaro sebagai CEO baru, yang akan resmi menggantikan Bob Iger mulai 18 Maret 2026 mendatang. Sayangnya, transisi kepemimpinan ini belum cukup menyenangkan investor. Saham Disney justru terpantau melemah saat pasar dibuka.

Sementara saham bergerak dengan dinamikanya sendiri, gejolak hebat justru terjadi di pasar komoditas logam mulia. Volatilitas masih menjadi raja. Emas, misalnya, melesat lebih dari 6 persen dan mengincar kenaikan harian terbesarnya sejak 2008. Ini adalah pemulihan yang dramatis, mengingat pada Jumat lalu logam kuning ini justru mengalami penurunan harian terdalam dalam 43 tahun.

Nasib serupa dialami perak. Logam ini berhasil bangkit secara dramatis dari kerugian yang diderita pada Senin. Kini, harganya melonjak lebih dari 13 persen, didorong oleh masuknya investor yang melihat momen penurunan harga sebagai peluang beli.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar