Di Istana Kremlin yang megah, Senin lalu, Vladimir Putin menyambut kedatangan Presiden terpilih Indonesia, Prabowo Subianto. Sambutannya hangat, penuh respek. Kunjungan resmi ini memang sudah lama dinanti.
Putin tak lupa mengucapkan terima kasih. Ia menghargai sekali kesediaan Prabowo memenuhi undangannya dan meluangkan waktu ke Moskow.
"Yang Mulia Presiden, teman-teman yang kami muliakan. Pertama-tama izinkanlah menyampaikan terima kasih banyak paling tulus atas Yang Mulia sempat menerima undangan kami dan berkunjung ke Moskow,"
Begitu kira-kira pembukaannya. Suasana saat itu terasa akrab, jauh dari kesan kaku. Putin lalu menyinggung soal hubungan bilateral yang dinilainya kian erat. Menurutnya, komunikasi antara Jakarta dan Moskow berjalan rutin, tanda kerja sama yang makin dalam.
"Sahabatku, saya sangat senang bahwa kontak kita bersifat rutin dan menekankan sifat khusus hubungan kita. Baru-baru ini kita menandatangani deklarasi mengenai sifat khusus ini, dan ini benar-benar diisi dengan konten yang konkret,"
Ia seolah ingin menegaskan, kerja sama mereka bukan sekadar basa-basi diplomatik. Ada bobotnya. Ada langkah nyata yang diambil.
"Yang Mulia Sahabatku yang baik, sekali lagi saya ingin menyampaikan bahwa saya sangat senang bahwa kontak kami diadakan secara reguler dan mempunyai pengisian yang cukup berbobot,"
Di sisi lain, Putin tampak optimis melihat masa depan. Ia yakin kolaborasi kedua negara akan terus berkembang, memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh rakyat Indonesia dan Rusia.
"Beberapa waktu yang lalu kita telah menerima deklarasi mengenai kemitraan strategis antara kedua negara kita dan saya sangat senang bahwa kita melaksanakan langkah-langkah yang memberikan makna dan isi yang cukup besar kepada hubungan antara kedua negara kita,"
Pertemuan di Kremlin itu, singkatnya, bukan sekadar formalitas. Ada nada persahabatan yang kuat, dan lebih penting lagi, ada tekad untuk mengisi hubungan itu dengan hal-hal yang konkret. Kedua pemimpin terlihat serius, tapi juga santai. Sebuah pertemuan yang cukup penting untuk dicatat.
Artikel Terkait
Indonesia Resmi Peroleh 127,3 Hektar di Pulau Sebatik dari Malaysia
Pos Indonesia Siap Jadi Penggerak Utama Konsolidasi BUMN Logistik
Pemerintah Pastikan Harga Kedelai Masih Sesuai Acuan, Ancaman Sanksi untuk Importir Bandel
Menteri Haji Ingatkan Risiko Diblacklist bagi Calon Jemaah Tanpa Visa Resmi