Pelaksanaannya memang sempat tertunda. Tapi, menurut Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Zahid Hafeez Chaudhri, masa depan Kelompok D-8 justru terlihat makin cerah. Apalagi, kini Indonesia yang memegang tampuk kepemimpinan.
Chaudhri yakin organisasi yang beranggotakan delapan negara berkembang ini bisa tumbuh lebih aktif dan kuat. Optimisme itu bukan tanpa alasan.
"Kredibilitas politik Indonesia di panggung global sangat diakui," ujarnya dalam sebuah forum International Corner.
Ia juga menyoroti visi presidensi Indonesia yang dinilainya punya komitmen serius untuk memajukan D-8. Kombinasi antara reputasi dan arah yang jelas itu yang jadi modal utama. Di sisi lain, tantangan tentu ada, namun begitu, peluang kolaborasi antaranggota terbuka lebar.
Jadi, meski ada jeda waktu di awal, langkah ke depannya justru dinanti banyak pihak. Momentum kepemimpinan Jakarta ini diharapkan bisa membawa angin segar dan aksi nyata bagi seluruh anggota.
Artikel Terkait
MUI: Pembelian Hewan Kurban Presiden Pakai APBN Sah Secara Syariat
Pemerintah Tegaskan Sapi Kurban Presiden Prabowo Berasal dari Anggaran Banpres, Bukan Dana Pribadi
KAI Logistik Kirim 25 Unit Kereta Api dari Jakarta ke Sumatra untuk Dukung Operasional Penumpang
Warga Depok Gelar Salat Idul Adha di Lapangan Dekat Gereja, Bukti Toleransi 30 Tahun