Pasar modal Indonesia menutup pekan perdagangan 15–19 Juni 2026 dengan kinerja positif, ditandai penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 2,82 persen ke level 6.177,139 dari posisi sebelumnya 6.007,656. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa kapitalisasi pasar pun ikut terdongkrak menjadi Rp10.788 triliun, bertambah sekitar Rp264 triliun dibandingkan pekan lalu yang tercatat Rp10.524 triliun.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menjelaskan bahwa pergerakan indeks saham sepanjang pekan ini menunjukkan dinamika di tengah kondisi pasar yang fluktuatif. “Peningkatan tertinggi terjadi pada pergerakan IHSG selama sepekan sebesar 2,82 persen,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (20/6/2026).
Di balik penguatan harga saham, aktivitas perdagangan justru mencatat perlambatan. Rata-rata volume transaksi harian turun 5,83 persen menjadi 34,03 miliar saham dari sebelumnya 36,14 miliar saham. Rata-rata nilai transaksi harian juga melemah 1,02 persen menjadi Rp24,81 triliun, sementara frekuensi transaksi harian merosot 10,33 persen menjadi 2,25 juta kali transaksi. Secara total selama empat hari perdagangan, nilai transaksi di pasar saham mencapai Rp99,22 triliun dengan volume 136,12 miliar saham dan frekuensi sebanyak 8,99 juta kali.
Sementara itu, tekanan jual dari investor asing mulai mereda. Sepanjang pekan ini, aksi jual bersih (net sell) asing tercatat sebesar Rp904,07 miliar atau setara 50,17 juta dolar AS. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan pekan sebelumnya yang mencatatkan net sell hingga Rp5,98 triliun. Di sisi lain, investor domestik masih menjadi penopang utama pasar dengan nilai pembelian mencapai Rp54,58 triliun, lebih tinggi dibandingkan nilai penjualan sebesar Rp53,67 triliun.
Penguatan pasar juga tercermin dari mayoritas saham yang bergerak di zona hijau. Sebanyak 398 saham atau sekitar 42 persen dari total saham yang diperdagangkan mencatat kenaikan lebih dari 2 persen, sementara hanya 184 saham yang turun lebih dari 2 persen. Dari sisi sektoral, bahan baku menjadi pemimpin penguatan dengan kenaikan 7,22 persen dalam sepekan. Kinerja positif juga dicatat sektor konsumer siklikal yang naik 4,35 persen, konsumer non-siklikal sebesar 4,10 persen, serta keuangan yang menguat 3,09 persen.
Namun, tidak semua sektor menikmati tren positif. Sektor properti menjadi yang terlemah setelah turun 2,07 persen, diikuti sektor teknologi yang terkoreksi 0,32 persen. Kinerja positif juga terlihat pada sejumlah indeks utama BEI. Indeks LQ45 naik 2,00 persen, IDX80 menguat 2,25 persen, sementara indeks syariah ISSI naik 3,26 persen dan JII menguat 2,61 persen.
Artikel Terkait
Harga Minyak Brent Naik Tipis Namun Tertekan Gencatan Senjata Israel-Hizbullah dan Syarat Baru Iran di Selat Hormuz
Saham ZONE Puncaki Top Gainers BEI, IHSG Menguat 2,82 Persen dalam Sepekan
IHSG Ditutup Menguat Tipis di Tengah Aksi Jual Asing dan Pelemahan Rupiah
Provident Investasi (PALM) Bagikan Dividen Rp3,2 per Saham, Jadwal Cum Dividen 25 Juni 2026