Megawati dan Ramos Horta Duduk Berdampingan di Forum Persaudaraan Abu Dhabi

- Selasa, 03 Februari 2026 | 22:55 WIB
Megawati dan Ramos Horta Duduk Berdampingan di Forum Persaudaraan Abu Dhabi

Di Abu Dhabi, suasana di Museum Nasional Zayed terasa hangat dan khidmat. Megawati Soekarnoputri, Presiden kelima Republik Indonesia dan Ketua Umum PDIP, hadir dalam forum Majelis Persaudaraan Manusia Zayed Award 2026. Yang menarik, dia duduk berdampingan dengan Presiden Timor Leste, Ramos Horta.

Menurut keterangan dari partainya, Megawati tiba di sana pada Selasa sore, 3 Februari 2026. Waktu setempat. Dia tak sendirian. Putranya, Muhammad Prananda Prabowo yang juga Ketua DPP PDIP, turut mendampingi. Begitu pula Dubes RI untuk UEA, Judha Nugraha, dan sejumlah petinggi partai seperti Ahmad Basarah serta Zuhairi Misrawi.

Acara ini memang menghadirkan banyak tokoh global. Di sisi lain, selain Ramos Horta, ada pula Kailash Satyarthi aktivis India peraih Nobel Perdamaian 2014 yang duduk tak jauh dari mereka.

Kehadiran perwakilan dari dua ormas Islam besar Indonesia juga mencolok. Ulil Abshar Abdalla dari PBNU dan Hilman Latief dari PP Muhammadiyah tampak hadir. Kedua organisasi ini pernah meraih Zayed Award di 2024, saat Megawati masih menjadi bagian dari dewan jurinya.

Sekjen Zayed Award, Mohamed Abdelsalam, menyambut semua tamu dengan ramah. Dia menyalami dan berbincang hangat, termasuk dengan rombongan Ibu Mega.

Dalam forum tersebut, Megawati mendapat kesempatan berbicara. Dia berbagi pandangan bersama sejumlah pemimpin perempuan berpengaruh dari berbagai penjuru dunia. Sebut saja Ibu Negara Libanon, Nehmat Aoun, atau Aseefa Bhutto Zardari dari Pakistan. Veronica Alcocer Garcia dari Kolombia, Saida Mirziyoyeva dari Uzbekistan, dan Leyla Aliyeva dari Azerbaijan juga hadir. Diskusi mereka dimoderatori oleh Mina Al-Oraibi.

Sebelum sesi inti dimulai, suasana dibuka dengan sambutan dari Sheikha Fatima binti Mubarak. Beliau adalah Menteri Negara UEA sekaligus penasihat Ibu Suri. Dalam pidatonya, dia mengulas sejarah panjang Zayed Award, yang dibentuk atas gagasan pendiri UEA, Zayed Al Nahyan, bersama Paus Fransiskus. Sebuah kolaborasi yang langka dan penuh makna.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar