Keributan yang melibatkan seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dan berujung pada perusakan sebuah toko kelontong di kawasan Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, akhirnya berakhir dengan perdamaian. Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, Ajun Komisaris Besar Polisi Roby Heri Saputra, yang membenarkan bahwa kedua belah pihak telah sepakat untuk berdamai.
“Iya benar (damai),” ujar Roby dalam keterangannya yang dikutip pada Kamis (7/5/2026).
Perdamaian itu tidak hanya mengakhiri perselisihan, tetapi juga dilakukan tanpa adanya tuntutan ganti rugi dari salah satu pihak. Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Metro Jakarta Pusat, Inspektur Polisi Satu Erlyn Sumantri, menjelaskan bahwa penyelesaian dilakukan secara kekeluargaan. “Nggak ada tuntutan ganti rugi, hanya masing-masing tidak saling menuntut dan saling memaafkan serta tidak mengulangi perbuatannya,” katanya.
Peristiwa ini sebelumnya menjadi perhatian publik setelah sebuah video viral di media sosial, khususnya diunggah oleh akun Instagram @wargajakarta.id pada Selasa (5/5/2026). Dalam rekaman tersebut, terlihat kondisi toko kelontong yang berantakan dengan barang-barang berserakan. Sejumlah orang tampak menyerang seorang pria berkaus merah yang masih mengenakan helm. Tidak jauh dari tumpukan kardus air mineral, terlihat sebuah sepeda motor matik tergeletak. Warga yang menyaksikan kejadian itu berusaha melerai dan membawa beberapa orang menjauh dari lokasi untuk mencegah situasi semakin meluas.
Di sisi lain, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat, Brigadir Jenderal TNI Donny Pramono, memberikan klarifikasi resmi terkait insiden tersebut. Ia membenarkan bahwa prajurit yang terlibat adalah Sertu AW. “Menanggapi pertanyaan terkait video yang beredar tentang dugaan penganiayaan dan perusakan warung di wilayah Kemayoran, dapat kami sampaikan bahwa memang benar telah terjadi insiden keributan antara seorang prajurit TNI AD dengan warga sipil di lokasi tersebut,” kata Donny dalam keterangannya pada Selasa (5/5/2026).
Menurut penjelasan Donny, kejadian bermula dari kesalahpahaman saat terjadi transaksi di warung tersebut. Kesalahpahaman itu kemudian berkembang menjadi cekcok mulut yang akhirnya memanas. “Dalam peristiwa itu, justru prajurit TNI AD atas nama Sertu AW mengalami luka akibat penusukan oleh pemilik warung dan saat ini yang bersangkutan sedang mendapatkan penanganan medis di RS Hermina Kemayoran,” ujarnya.
Ia melanjutkan, kerusakan yang terjadi di warung merupakan bagian dari rangkaian kejadian di lokasi yang situasinya sudah tidak terkendali. Meski demikian, seluruh peristiwa ini saat ini telah ditangani oleh Polres Metro Jakarta Pusat dan juga didalami oleh pihak terkait untuk memastikan fakta secara utuh. “Namun demikian, seluruh peristiwa ini saat ini telah ditangani oleh Polres Jakarta Pusat dan juga didalami oleh pihak terkait untuk memastikan fakta secara utuh,” ungkapnya.
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya Bantah Kebijakan Fiskal Jadi Penyebab Pelemahan Rupiah
Anggota TNI Terlibat Keributan di Toko Kelontong Kemayoran, Berujung Damai
93 Sekolah Rakyat Mulai Beroperasi Juni 2026, Target Tampung Siswa Miskin
Sultan Kemenaker Akui Biayai Kampanye Mantan Menteri Ida Fauziah