Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Chaniago, menilai arahan Presiden Prabowo Subianto kepada Kantor Staf Presiden (KSP) untuk mengaudit potensi kebocoran dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai sinyal kuat bahwa kepala negara tidak akan mentoleransi penyimpangan dalam program prioritasnya. Sikap tegas itu, menurutnya, menunjukkan komitmen serius pemerintah dalam mengawal pelaksanaan program yang menyasar peningkatan gizi anak sekolah tersebut.
"Program MBG ini kan prioritas presiden, dan target presiden tidak main-main," ujar Irma saat dihubungi pada Kamis (7/5/2026).
Politisi itu meyakini bahwa Prabowo memiliki visi besar di balik program MBG, bukan sekadar menyediakan makanan bergizi. Ia menyebut presiden ingin program ini mampu mendorong peningkatan kecerdasan otak dan IQ anak-anak Indonesia, sekaligus membuka lapangan kerja baru serta menggerakkan roda perekonomian nasional. "Tentu presiden tidak ingin program prioritas ini tidak sesuai target," imbuhnya.
Sementara itu, Irma juga menyoroti bahwa pernyataan Presiden Prabowo menandakan berbagai persoalan di lapangan telah sampai ke meja pimpinan tertinggi. Menurutnya, wajar jika kemudian presiden memberikan atensi khusus dan meminta KSP turun tangan langsung. "Berbagai macam isu terkait pelaksanaan program ini memang mengemuka dan itu mungkin sampai ke telinga presiden. Jadi wajar saja jika kemudian presiden meminta pengawalan dari KSP turun tangan," tutupnya.
Artikel Terkait
Komnas HAM Kecam Kekerasan dan Penyekapan Wanita di Bandung, Desak Efek Jera bagi Pelaku
Anggota DPR Dorong BGN Jadikan Temuan 100 SPPG Fiktif di Cilacap sebagai Momentum Pembenahan Total
DPR Desak TNI dan Kemlu Siapkan Rencana Cadangan Pembebasan Empat WNI Sandera Perompak Somalia
Sidang Perdana Tiga Pejabat Bea Cukai Tersangka Suap Impor Rp71 Miliar Digelar Pekan Depan