Bayern Munchen harus mengubur mimpi tampil di final Liga Champions di kandang sendiri setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Paris Saint-Germain pada leg kedua babak semifinal. Hasil tersebut memastikan langkah raksasa Bundesliga itu terhenti di ambang partai puncak yang rencananya digelar di Allianz Arena.
Pelatih Bayern, Vincent Kompany, tidak menutupi rasa kecewanya. Namun, dalam pernyataan yang disampaikan kepada DAZN, ia menegaskan bahwa timnya harus menerima kenyataan pahit tersebut.
“Saya tidak bisa terus-menerus kecewa. Pada akhirnya kami kalah dalam dua pertandingan yang sangat ketat melawan lawan yang sangat bagus. Kami perlu lebih menentukan. Selamat kepada Paris,” ujar Kompany.
Pelatih asal Belgia itu menambahkan bahwa kegagalan ini tidak akan membuatnya patah semangat. Ia justru menjadikannya sebagai motivasi untuk bangkit pada musim depan.
“Liga Champions telah berakhir untuk kami musim ini, tetapi akan ada kesempatan lain – dan itu adalah motivasi bagi saya,” katanya.
Di sisi lain, kapten sekaligus kiper utama Bayern, Manuel Neuer, menyoroti gol yang dicetak timnya datang terlalu lambat. Menurutnya, keterlambatan itu membuat tim kehilangan momentum untuk menekan lebih jauh.
“Gol kami sayangnya datang agak terlambat. Kami tidak punya waktu untuk menciptakan peluang lain atau bahkan mendapatkan situasi bola mati. Saya pikir momen kunci dalam pertandingan itu hilang begitu saja. Stadion ada di sana, kami juga ada di sana, tetapi di area penalti Paris, kami tidak cukup klinis,” keluhnya.
Artikel Terkait
Uruguay Terancam Gagal Lolos Usai Kembali Ditahan Imbang Tanjung Verde
Tanjung Verde Kejutkan Piala Dunia 2026, Tahan Imbang Uruguay dan Spanyol Secara Beruntun
Belgia Terjebak Imbang Lawan Iran, Rudi Garcia Sesali Ketajaman Lini Depan
Jeremy Doku Pertimbangkan Tinggalkan Piala Dunia Demi Kelahiran Anak Pertama, Kontroversi Muncul Setelah Presenter Sebut Ayah ‘Tak Berguna’ di Ruang Bersalin