Malam itu, suasana haru menyelimuti Perum Depkes Kota Magelang. Jenazah Syafiq Ali, pendaki yang sebelumnya hilang di Gunung Slamet, akhirnya tiba di rumah duka. Tak butuh waktu lama, almarhum segera disalatkan di Masjid Baiturrosyidin dan kemudian dimakamkan.
Ambulans yang membawanya masuk ke halaman masjid sekitar pukul 20.26 WIB, Kamis malam. Menurut pantauan di lokasi, peti jenazah kemudian diangkat oleh tim Basarnas dan sejumlah relawan. Mereka dengan hati-hati membawanya ke dalam masjid untuk disalatkan. Keluarga dan para pelayat yang telah menunggu pun segera memenuhi panggilan shalat jenazah.
Di antara mereka yang hadir, terlihat Pj Sekda Kota Magelang, Larsita. Kehadiran pejabat itu menandai duka yang tak hanya dirasakan keluarga, tetapi juga warga kota.
Usai prosesi shalat, perjalanan terakhir Syafiq Ali dilanjutkan. Jenazah dibawa ke Pemakaman Umum Sidotopo di Kelurahan Kedungsari. Wali Kota Magelang, Prasetyono, juga turut hadir mengantarkan kepergiannya. Proses pemakaman berlangsung dalam hening, hanya diterangi cahaya lampu dan doa-doa yang dibisikkan.
Mewakili pemerintah kota, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda, Catur Budi Fajar Sumarmo, menyampaikan harapannya. Ia berharap keluarga besar bisa ikhlas melepas kepergian Syafiq.
"Insyaallah sudah mengikhlas (Mas Ali bisa) pulang ke Kota Magelang. Ini bukan makam keluarga, tapi Makam Sidotopo. Dengan alasan kalau Mas Dhani dan Mbak Tari mau (ziarah) dekat,"
Ucapan Catur itu sekaligus menjelaskan alasan pemilihan lokasi pemakaman. Sidotopo dipilih agar lebih mudah dijangkau untuk ziarah oleh saudara almarhum. Malam pun semakin larut, mengakhiri satu episode duka yang panjang bagi keluarga Syafiq Ali.
Artikel Terkait
Pengelola Warung Mie Babi di Sukoharjo Siap Mediasi Usai Penolakan Warga
Mantan Suami Siri Diduga Sakit Hati, Tewaskan Perempuan di Serpong
Ribuan Pelari Siap Ramaikan Kemala Run 2026 di Bali
Jusuf Kalla Bantah Tuduhan Penistaan Agama, Klaim Ceramahnya Dipotong dan Disalahartikan