Presiden Prabowo Ucapkan Selamat Dharma Santi dan Sampaikan Permohonan Maaf

- Jumat, 17 April 2026 | 22:40 WIB
Presiden Prabowo Ucapkan Selamat Dharma Santi dan Sampaikan Permohonan Maaf

JAKARTA – Lewat sebuah unggahan di media sosial Sekretariat Kabinet pada Jumat (17/4/2026), Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ucapan selamat merayakan Dharma Santi Nasional. Perayaan Tahun Baru Saka 1948 ini, menurutnya, adalah momen yang tepat untuk merajut kembali ikatan persaudaraan.

"Pada kesempatan yang baik ini, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, atas nama pribadi dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia, mengucapkan selamat merayakan Dharma Santi Tahun 2026 kepada seluruh umat Hindu di tanah air," begitu bunyi pernyataannya.

Prabowo juga menyampaikan permohonan maaf. Kali ini, dirinya tak bisa hadir langsung dalam acara peringatan yang digelar di Bali tersebut. Permintaan maaf itu ditujukan bagi seluruh umat Hindu dan masyarakat Bali.

Namun begitu, pesan inti dari perayaannya tak boleh luput.

"Dharma Santi adalah momentum untuk saling memaafkan, memperkuat persaudaraan, dan meneguhkan nilai-nilai dharma dalam kehidupan kita," ujarnya.

Ia melanjutkan, semangat setelah Nyepi harus diisi dengan harmoni dan kedamaian. Nilai-nilai seperti tatwam asi, hidup saling menghormati, dan keseimbangan, ia sebut sebagai pondasi kekuatan bangsa.

Bicara soal bangsa, Prabowo menegaskan Indonesia adalah negara besar yang rukun dalam keberagaman. Toleransi dijunjung tinggi. Perbedaan justru menyatukan.

"Berbeda, tapi kita satu. Bangsa yang mengedepankan gotong royong, kerja sama, saling mendukung, saling mengasihi," katanya.

Dirinya yakin, umat Hindu Indonesia punya peran krusial. Mereka dianggap sebagai bagian penting dalam menjaga harmoni sosial dan memelihara persatuan nasional. Kontribusi mereka untuk membangun Indonesia yang mandiri, adil, dan makmur juga tak diragukan lagi.

Di akhir pesannya, Prabowo mengajak untuk berpegang teguh pada prinsip Tri Hita Karana.

"Bagi umat Hindu, mari kita selalu meneguhkan dan memegang kuat Tri Hita Karana. Menjaga hubungan bersama manusia, dengan alam, dan dengan Tuhan. Kita jaga kebersamaan, kita perkuat persatuan nasional, dan mari kita bersama membangun Indonesia yang adil dan makmur," pungkasnya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar