Jepang, Senegal, hingga Norwegia Siap Jadi Kuda Hitam di Piala Dunia 2026

- Kamis, 11 Juni 2026 | 09:30 WIB
Jepang, Senegal, hingga Norwegia Siap Jadi Kuda Hitam di Piala Dunia 2026

Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi terbesar dalam sejarah turnamen sepak bola empat tahunan tersebut dengan format baru yang melibatkan 48 negara peserta, dan banyak pihak menaruh harapan pada kemunculan tim-tim kejutan. Dengan perluasan jumlah peserta, peluang bagi tim yang tidak diunggulkan untuk mengubah prediksi dan melangkah jauh di Amerika Utara dinilai sangat terbuka, setidaknya satu atau dua tim berlabel kuda hitam diprediksi akan mencuri perhatian.

Jepang menjadi salah satu nama yang paling sering disebut dalam perbincangan mengenai kuda hitam jelang kickoff Piala Dunia 2026. Tim asuhan Hajime Moriyasu ini dinilai para pengamat sepak bola Asia memiliki performa yang lebih baik dibandingkan saat tampil di Piala Dunia 2022. Empat tahun lalu di Qatar, Samurai Biru sukses mengalahkan Spanyol dan Jerman di fase grup sebelum akhirnya tersingkir oleh Kroasia melalui adu penalti di babak 16 besar.

Jika penilaian para pengamat tersebut akurat, Jepang benar-benar akan menjadi ancaman nyata meskipun catatan sejarah menunjukkan mereka belum pernah berhasil melaju melewati babak 16 besar Piala Dunia. Hajime Moriyasu sendiri datang ke ajang ini dengan kepercayaan diri yang tinggi dan tidak ragu menyatakan target timnya secara terbuka.

“Menjadi juara dunia bukanlah hal mudah. Saya pikir semua orang di tim dan semua pendukung kami memahami itu. Tetapi kami ingin lebih banyak orang di seluruh Jepang mendukung kami,” tegas Moriyasu. Ia juga menyatakan bahwa timnya akan bertarung habis-habisan sejak awal turnamen.

“Para pemain akan memberikan segalanya di setiap pertandingan, berjuang dengan berani dan tangguh hingga akhir,” ujarnya. Namun, jalan yang sulit sudah menanti mereka di Grup F, di mana Jepang harus berhadapan dengan Belanda, Swedia, dan Tunisia.

Dari Benua Afrika, Senegal layak mendapat perhatian serius. Berada di peringkat ke-15 FIFA jelang turnamen, tim asuhan Aliou Cisse ini disebut sebagai tim terbaik Afrika dan dipenuhi pemain berkualitas dari lima liga top Eropa. Kemenangan 3-1 atas Inggris dalam laga persahabatan tahun lalu menjadi bukti bahwa mereka sangat berbahaya.

Senegal dikenal cepat, terampil, dan tidak terduga. Daya serang mereka disebut mampu merepotkan tim-tim papan atas sekalipun. Talenta penyerang seperti Ismaila Sarr dan Iliman Ndiaye, yang sudah dikenal luas oleh penggemar Liga Inggris, siap menunjukkan kemampuan mereka di panggung dunia.

Masih dari Afrika, Maroko juga layak diperhitungkan. Seandainya bukan karena pengunduran diri Walid Regragui, mungkin lebih banyak pengamat yang akan membicarakan semifinalis Piala Dunia 2022 ini. Regragui mengukir prestasi bersejarah empat tahun lalu, tetapi mundur setelah Piala Afrika pada Januari lalu akibat hubungan yang tegang dengan federasi.

Mohamed Ouahbi kini telah mengambil alih kursi pelatih dan akan memimpin skuad bertalenta musim panas ini. Ia sebelumnya memenangkan Piala Dunia U-20 tahun lalu setelah mengalahkan Argentina 2-0 di final. Tim ini dipenuhi pemain sepak bola yang menarik dan teknis seperti Bilal El Khannouss, Ismail Saibari, Achraf Hakimi, dan Brahim Diaz. Dengan komposisi skuad tersebut, Maroko hampir pasti sekali lagi akan menjadi ancaman.

Dari Amerika Selatan, Kolombia hampir dipastikan akan menjadi tontonan yang hebat berkat banyaknya talenta menyerang luar biasa yang mereka miliki. Siapa yang tidak ingin menonton tim yang memiliki James Rodriguez, Juan Fernando Quintero, dan Luis Diaz? Mereka juga memiliki bek kanan Daniel Munoz serta striker Luis Suarez yang mampu memberikan dampak besar.

Sementara itu, Norwegia muncul sebagai salah satu calon kejutan lainnya. Dengan pemain seperti Erling Haaland, Martin Odegaard, Alexander Sorloth, Oscar Bobb, dan Antonio Nusa, prediksi tersebut tidaklah mengejutkan. Ini adalah tim Norwegia terbaik dalam beberapa tahun terakhir. Keberhasilan mereka mengalahkan Italia dalam persaingan kualifikasi menjadi bukti nyata betapa berbahayanya tim ini.

Mewakili tim tuan rumah, Meksiko yang dipandu pelatih veteran berpengalaman Javier Aguirre akan menjadi lawan sulit bagi siapa pun. Mereka berpeluang mengulangi pencapaian perempat final yang diraih pada tahun 1970 dan 1986 ketika menjadi tuan rumah. Tanpa perlu melalui kampanye kualifikasi, El Tri mengandalkan pertandingan persahabatan untuk membangun momentum. Meskipun standar kompetisi sangat bervariasi, mereka tak terkalahkan dalam tujuh pertandingan, dengan enam kali tanpa kebobolan.

Rentetan hasil bagus itu termasuk hasil imbang melawan Belgia dan Portugal. Di kandang sendiri di Stadion Azteca, Meksiko akan menjadi lawan yang sangat tangguh dan seharusnya bisa melenggang ke babak sistem gugur.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar