AS Cabut Jatah Tiket Suporter Iran Jelang Piala Dunia 2026, Picu Kekecewaan dan Ketidakpastian

- Kamis, 11 Juni 2026 | 09:30 WIB
AS Cabut Jatah Tiket Suporter Iran Jelang Piala Dunia 2026, Picu Kekecewaan dan Ketidakpastian

Amerika Serikat kembali menjadi sorotan setelah mencabut jatah tiket pertandingan untuk suporter Iran menjelang Piala Dunia 2026. Keputusan sepihak itu menambah daftar panjang ketegangan yang membayangi partisipasi Iran di ajang sepak bola paling bergengsi di dunia tersebut.

Ribuan pendukung tim nasional Iran, yang dikenal dengan sebutan Team Melli, kini terancam kehilangan kesempatan untuk menyaksikan langsung laga tim kesayangan mereka di stadion. Ironisnya, sebagian besar dari mereka telah mengeluarkan biaya besar untuk perjalanan dan akomodasi ke Amerika Serikat.

Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) mengungkapkan bahwa alokasi tiket yang sebelumnya disediakan untuk suporter pada fase grup mendadak dibatalkan hanya beberapa hari menjelang kompetisi dimulai. Keputusan ini dinilai mengejutkan karena sebelumnya telah ada skema distribusi tiket yang berlaku bagi seluruh negara peserta.

Dalam aturan awal, setiap federasi peserta memperoleh jatah tiket sebesar delapan persen dari kapasitas stadion untuk pertandingan fase grup. Kuota tersebut diberikan agar para pendukung masing-masing tim dapat hadir langsung dan memberikan dukungan kepada negaranya. Namun, FFIRI mengklaim hak tersebut tiba-tiba dibatalkan tanpa penjelasan yang memadai.

“Sebagian besar tiket yang berada dalam alokasi federasi telah terjual kepada para suporter Iran,” demikian pernyataan resmi FFIRI.

Akibatnya, banyak pendukung kini berada dalam posisi yang tidak pasti. Sejumlah suporter dilaporkan sudah memesan tiket pesawat, mengatur akomodasi, hingga menyiapkan perjalanan ke Amerika Serikat jauh-jauh hari demi menyaksikan perjuangan Team Melli di panggung sepak bola terbesar dunia.

Pencabutan kuota tiket tersebut memicu kekecewaan besar di kalangan pendukung Iran. Mereka khawatir tidak dapat memasuki stadion meskipun telah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk perjalanan dan persiapan lainnya.

FFIRI menyatakan telah melakukan komunikasi dengan pihak-pihak terkait guna memperoleh penjelasan resmi atas keputusan tersebut. Hingga kini, belum ada informasi mengenai kemungkinan pemulihan kuota tiket maupun solusi bagi para suporter yang terdampak.

Sebelumnya, Iran juga menjadi perhatian setelah muncul kebijakan yang mewajibkan tim nasional mereka hanya berada di wilayah Amerika Serikat pada hari pertandingan. Setelah laga selesai, Team Melli harus kembali ke markas yang telah ditentukan di Meksiko.

Kasus ini semakin memperpanjang daftar persoalan yang membayangi persiapan Piala Dunia 2026. Dalam beberapa bulan terakhir, turnamen yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu terus menjadi sorotan karena berbagai isu, mulai dari kebijakan perjalanan, persoalan logistik, hingga akses pendukung dari sejumlah negara peserta.

Bagi Iran, kehadiran suporter di stadion bukan sekadar pelengkap pertandingan. Tim nasional mereka dikenal memiliki basis pendukung yang besar, fanatik, dan selalu memberikan dukungan penuh ketika berlaga di ajang internasional. Atmosfer yang diciptakan para suporter kerap menjadi tambahan energi bagi para pemain di lapangan.

Belum dapat dipastikan apakah polemik terbaru ini akan berdampak signifikan terhadap jumlah pendukung Iran yang hadir sepanjang fase grup. Namun, pencabutan jatah tiket tersebut telah menjadi isu baru yang menyita perhatian menjelang kick-off Piala Dunia 2026.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar