Shin Tae-yong mulai memanaskan mesin Persija Jakarta dengan menjadikan Piala Presiden 2026 sebagai panggung awal membangun kekuatan Macan Kemayoran. Presiden klub, Mohamad Prapanca, memastikan tim ibu kota akan ambil bagian dalam turnamen pramusim tersebut. Ajang ini dinilai penting untuk menguji arah permainan, kesiapan skuad, dan kebutuhan tim sebelum kompetisi Super League 2026-2027 bergulir.
Persija memasuki fase baru bersama pelatih asal Korea Selatan itu. Shin Tae-yong datang dengan target membawa Macan Kemayoran tampil lebih baik dibanding musim sebelumnya. Pada Super League 2025-2026, Persija yang diperkuat Rizky Ridho finis di posisi ketiga. Hasil itu menjadi pijakan bagi klub untuk menatap musim baru dengan ambisi lebih besar.
Prapanca menyebut Persija sudah memberikan komitmen untuk ikut berkontribusi dalam Piala Presiden 2026. Namun, ia belum mengetahui secara detail jadwal dan format turnamen tersebut. "Tentunya memang setiap tahun kami selalu ada Piala Presiden, cuma yang saya tahu hari ini formatnya akan berubah. Dan tentunya kami sudah kasih komitmen untuk ikut berkontribusi di Piala Presiden itu," ujar Prapanca, Kamis (11/6/2026).
Pria yang menjabat sebagai presiden klub itu belum bisa menjelaskan kapan Piala Presiden 2026 digelar. Ia juga belum mendapat gambaran pasti terkait format baru turnamen tersebut. "Tapi jadwalnya saya belum tahu pastinya, belum keluar. Yang pasti ada, formatnya saya juga belum tahu kayak apa," tambahnya.
Kepastian Persija ikut serta dalam turnamen pramusim itu menjadi sinyal awal persiapan Macan Kemayoran. Turnamen tersebut bisa menjadi bahan evaluasi penting sebelum tim memasuki kompetisi resmi. Bagi Shin Tae-yong, ajang ini dapat menjadi kesempatan untuk melihat kondisi pemain secara langsung. Ia bisa menilai kebutuhan tim sebelum menentukan rencana yang lebih detail.
Sementara itu, Prapanca menegaskan manajemen Persija akan berdiskusi dengan Shin Tae-yong untuk menyusun agenda pramusim secara menyeluruh. Pembicaraan itu mencakup kebutuhan tim, jadwal pertandingan uji coba, hingga waktu pemain berkumpul. "Terus nantinya tentunya kebutuhan pramusim, jadwal friendly match, itu nanti saya harus diskusi dengan Coach Shin Tae-yong. Seperti apa nanti tim kapan kumpul dan schedule-nya kayak apa," ucapnya.
Prapanca juga akan menyesuaikan rencana pramusim dengan kebutuhan komersial klub. Ia ingin agenda yang dipilih tetap sejalan dengan persiapan teknis tim. "Nanti baru saya bisa tahu mana yang cocok dari pihak komersial untuk melakukan kegiatan-kegiatan pramusim. Itu mungkin yang bisa saya jawab," sambungnya.
Langkah itu menunjukkan Persija tidak ingin asal menjalani pramusim. Manajemen perlu menyelaraskan agenda turnamen, laga uji coba, kebutuhan pelatih, dan kesiapan pemain. Piala Presiden sendiri menjadi salah satu turnamen pramusim yang cukup rutin digelar di Indonesia sejak 2015. Di luar periode pandemi Covid-19, ajang tersebut sejauh ini hanya absen dua kali, yakni pada 2016 dan 2023.
Kini, perhatian tertuju pada bagaimana Shin Tae-yong mulai membentuk wajah baru Persija. Piala Presiden 2026 bisa menjadi ujian awal bagi pelatih tersebut sebelum Macan Kemayoran mengejar target lebih tinggi di Super League 2026-2027.
Artikel Terkait
PSIS Semarang Selangkah Lagi Gaet Eks Gelandang Timnas Syahrian Abimanyu untuk Target Juara Liga 2
Thailand Hancurkan Kamboja 4-0, Lolos ke Final Piala AFF U-19 2026
Kepulangan Darije Kalezic ke PSM Makassar Batal Transfer Victor Dethan ke Persija
Timnas Indonesia U-19 Tantang Australia di Semifinal Piala AFF U-19 2026