Di tengah peluncuran hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) 2025, KPK justru membongkar sebuah praktik kecurangan. Ternyata, ada pemerintah kabupaten yang berusaha mengakali sistem untuk mendongkrak skor survei tersebut. Upaya itu, sayangnya, ketahuan.
Ketua KPK Setyo Budyanto mengungkapkannya dalam acara puncak Hari Antikorupsi Sedunia di Yogyakarta, Rabu (10/12/2025). Menurutnya, ini pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya. Salah satu kabupaten disebutnya melakukan intervensi terhadap proses survei.
"Ini ada satu pengalaman di beberapa tahun sebelumnya, salah satu kabupaten itu mengondisikan hasil survei. Jadi sudah ada interupsional," ujar Setyo, sehari sebelumnya.
Caranya bagaimana? Rupanya, sang atasan di pemkab itu memberi briefing khusus kepada jajarannya. Intruksinya sederhana: semua harus satu suara saat mengisi kuesioner SPI.
"Di-brief, nanti kalau pertanyaannya A jawabannya A plus. Kalau pertanyaan B jawabannya B minus, dan seterusnya. Akhirnya skornya bagus," jelas Setyo.
Namun begitu, trik itu tidak luput dari pantauan KPK. Mereka punya alat untuk mendeteksi ketidakwajaran dalam data. "Tapi kami memiliki alat ada tool yang bisa mengukur ini kira-kira benar apa nggak," tambahnya.
Artikel Terkait
1.506 Napi Dapat Remisi Khusus Nyepi, Empat Langsung Bebas
Kondisi Andrie Yunus Mulai Membaik Usai Disiram Air Keras
Puspom TNI Selidiki Ada atau Tidaknya Perintah di Balik Penyerangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS
Anggota DPR: Arus Mudik Lebaran Pacu Perputaran Uang Ratusan Triliun ke Daerah