AS Tembak Torpedo ke Kapal Iran, Pertama Sejak Perang Dunia II

- Kamis, 05 Maret 2026 | 00:30 WIB
AS Tembak Torpedo ke Kapal Iran, Pertama Sejak Perang Dunia II

WASHINGTON – Sebuah kapal fregat Iran, yang sedang melintas di Samudra Hindia, ditenggelamkan oleh kapal selam milik Angkatan Laut AS. Hanya dengan satu tembakan torpedo. Pentagon baru mengonfirmasi serangan itu pada Rabu (4/3/2026), dan ini jadi catatan sejarah: serangan torpedo pertama AS sejak Perang Dunia II berakhir.

Menteri Pertahanan Pete Hegseth yang membuka suara. Dalam konferensi pers di Pentagon soal Operasi Epic Fury, didampingi Jenderal Dan Caine, dia menyampaikan pernyataan singkat namun tegas.

"Kemarin, di Samudra Hindia... sebuah kapal selam Amerika menenggelamkan kapal perang Iran yang mengira mereka aman di perairan internasional," ujar Hegseth.

"Sebaliknya, kapal itu ditenggelamkan oleh torpedo. Kematian yang senyap. Ini adalah penenggelaman kapal musuh pertama dengan torpedo sejak Perang Dunia II."

Soal identitas kapal selam itu? Sama sekali tak diungkap. Prosedur keamanan operasional bawah laut memang ketat, dan Pentagon memilih untuk tutup mulut.

Menurut sejumlah laporan, serangan terjadi di lepas pantai selatan Sri Lanka. Lokasinya menunjukkan aksi ini masuk dalam wilayah tanggung jawab Komando Indo-Pasifik AS. Sasaran serangan adalah IRIS Dena, fregat kelas Moudge milik Armada Selatan Iran. Kapal itu sebelumnya disebut ikut latihan angkatan laut di Teluk Benggala.

Korban jiwa berjatuhan. Menteri Luar Negeri Sri Lanka, Vijitha Herath, menyebut ada 180 orang di atas kapal. Hingga berita ini diturunkan, personel angkatan laut Sri Lanka baru berhasil menyelamatkan 32 orang.

Juru bicara Angkatan Laut Sri Lanka, Komandan Buddhika Sampath, menambahkan bahwa upaya penyelamatan masih berlangsung, termasuk evakuasi jenazah dari lokasi kejadian yang berantakan.

Di sisi lain, Jenderal Dan Caine menekankan signifikansi militer dari peristiwa ini. Dia tak ragu menyebutnya sebagai momen bersejarah.

"Untuk pertama kalinya sejak 1945, kapal selam penyerang cepat Angkatan Laut Amerika Serikat telah menenggelamkan kapal tempur musuh menggunakan satu torpedo Mk-48 untuk mencapai efek instan, mengirim kapal perang tersebut ke dasar laut," kata Caine.

Dia lalu menjabarkan beberapa poin kunci. Salah satunya soal jangkauan global. Serangan ini, klaimnya, membuktikan AS bisa memburu dan menghancurkan target jauh di luar area operasi biasa mereka.

Kampanye militer AS ternyata sudah berjalan luas. Hingga saat ini, lebih dari 2.000 target di seluruh Iran telah dihantam. Kerugian Iran tidak main-main: lebih dari 20 kapal angkatan lautnya telah hancur.

Akibatnya, kehadiran utama angkatan laut Iran di teater operasi itu disebut nyaris lumpuh. Dan Caine memberi sinyal bahwa ini belum berakhir. Serangan terhadap infrastruktur dan kemampuan angkatan laut Iran di kawasan itu diprediksi masih akan berlanjut dalam satu hingga dua hari ke depan.

"Kami akan terus menilai kemajuan kami terhadap tujuan militer yang telah ditetapkan," pungkasnya. Sebuah pernyataan yang terdengar rutin, namun punya bobot mengerikan di baliknya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar