Tim Tanggap Darurat atau Emergency Response Team (ERT) milik PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) diterjunkan dalam operasi pencarian dan evakuasi pasca-erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara. Kehadiran tim tersebut menjadi bagian dari upaya gabungan yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Basarnas, hingga BPBD setempat.
Dalam operasi di lapangan, ERT NHM bergerak bersinergi dengan sejumlah elemen lain, termasuk mahasiswa pecinta alam (Mapala), relawan, dan masyarakat sekitar. Kolaborasi ini dilakukan untuk mempercepat proses pencarian di area terdampak yang cukup sulit dijangkau akibat kondisi medan pascabencana.
Di sisi lain, NHM juga menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga para korban. Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun media sosial resmi perusahaan pada Kamis, 28 Mei 2026.
“Dengan penuh rasa duka cita, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban. Semoga para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” demikian bunyi pernyataan tertulis NHM.
Hingga laporan ini disusun, erupsi Gunung Dukono telah menimbulkan korban jiwa. Tercatat tiga orang pendaki meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Operasi pencarian dan evakuasi masih terus berlangsung dengan melibatkan seluruh personel gabungan di lokasi kejadian.
Artikel Terkait
Prabowo Apresiasi Prancis sebagai Pelopor Solusi Dua Negara untuk Palestina
Iduladha Dorong Rantai Pasok Ekonomi Kerakyatan, Danareksa: Peternak Hingga Sopir Truk Ikut Terdampak
Prabowo Instruksikan Bahasa Prancis Masuk Kurikulum Sekolah di Indonesia
ASN di PPU Ditangkap Polisi Usai Cabuli Anak Tetangga yang Masih Berusia 10 Tahun