Meriyati Roeslani, atau yang lebih dikenal sebagai Meri Hoegeng, istri dari mendiang Kapolri Hoegeng Iman Santoso, telah berpulang. Ia menghembuskan napas terakhirnya di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, tepat pada Selasa (3/2) siang, pukul 13.24 WIB.
Usianya genap satu abad. Perjalanan panjangnya berakhir di rumah sakit yang sama, setelah kondisi kesehatannya sempat naik turun dalam beberapa bulan terakhir.
Menurut penuturan keluarga, Meri ternyata sudah dua kali menjalani perawatan intensif sebelum akhirnya wafat.
Aditya Soetanto Hoegeng, sang anak, menjelaskan kronologinya dari rumah duka.
“Iya, jadi Ibu dua kali dirawat. Jadi satu minggu pertama itu di pertengahan Oktober. Lalu sudah dinyatakan boleh pulang, tapi dua hari di rumah, Ibu sudah tidak mau makan, jadi kita kesulitan.”
Sayangnya, masa pemulihan di rumah tak berlangsung lama. Hanya bertahan dua hari, kondisi Meri kembali memprihatinkan karena ia menolak untuk makan.
Keluarga pun tak punya pilihan lain. Di akhir Januari lalu, Meri kembali dilarikan ke rumah sakit untuk kedua kalinya. Namun kali ini, kondisinya tak kunjung membaik.
“Jadi akhirnya kita bawa lagi Ibu ke rumah sakit untuk yang kedua kalinya, dari tanggal 26 sampai hari ini kondisinya terus menurun,”
tambah Aditya.
Perjuangan itu berakhir pada 3 Februari 2025. Di usia yang ke-100, Meri Hoegeng meninggalkan dunia dengan tenang, meninggalkan kenangan sebagai pendamping setia salah satu tokoh kepolisian paling legendaris di Indonesia.
Artikel Terkait
Sidang Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS, Militer Hadirkan Tiga Saksi Ahli
Kemenag Cabut Izin Permanen Ponpes di Pati Usai Pendiri Cabuli Santriwati
Kemenag Susun Regulasi Baru untuk Cegah Kekerasan Seksual di Pondok Pesantren
Mantan Pj Gubernur Sulsel Dipanggil Lagi untuk Periksa Lanjutan Kasus Korupsi Bibit Nanas Rp50 Miliar