Terdakwa eks Direktur Utama PT Jasamarga Jalan Layang Cikampek alias Dirut JJC Djoko Dwijono divonis tiga tahun penjara dalam kasus korupsi yang merugikan negara hingga ratusan miliar.
Hakim Ketua, Fahzal Hendri dalam amar putusannya, Djoko Djiwono terbukti melakukan korupsi sesuai dengan dakwaan primair jaksa penuntut umum (JPU).
"Menyatakan terdakwa Djoko Djiwono terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dakwaan subsidair," ujarnya dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Selasa, 30 Juli 2024.
Adapun fakta persidangan, proyek pekerjaan pembangunan Jalan Tol MBZ ini diduga telah menyebabkan terjadinya kerugian keuangan negara sebesar Rp 510 miliar.
Hakim menilai, tindakan Djoko terbukti melanggar Pasal 3 Ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.
"Menjatuhkan pidana penjara selama 3 tahun dan denda sebesar Rp 250 juta, dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama tiga bulan," kata Fahzal.
Fahzal juga menjelaskan sejumlah yang memberatkan dan meringankan terhadap vonis Djoko.
Hal yang memberatkan diantaranya ia tidak mendukung program pemerintah dalam mencegah tindak pidana korupsi.
Artikel Terkait
Ammar Zoni Protes Penempatan di Nusakambangan: Saya Bukan Penjahat Besar
No Na Rilis Work (+62), Video Musik yang Sorot Kekuatan Fisik dan Tarian
Banjir Longsor Cisarua, BRI Bergerak Cepat Bantu Korban dan Trauma Healing
Tiga Puluh RT di Jakarta Masih Terendam, Warga Terpaksa Mengungsi