PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) mencatatkan laba bersih sebesar Rp265,62 miliar pada kuartal pertama tahun 2026, menandai awal tahun yang positif bagi perusahaan asuransi pelat merah tersebut. Capaian ini diraih di tengah penerapan standar akuntansi terbaru yang mengubah cara penyajian laporan keuangan.
Berdasarkan laporan keuangan yang menggunakan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 117, perseroan membukukan pendapatan jasa asuransi sebesar Rp2,57 triliun. Angka ini meningkat 5,96 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp2,42 triliun. Sementara itu, hasil jasa asuransi mencapai Rp461,01 miliar, naik 2,18 persen dari Rp451,16 miliar pada kuartal I-2025.
Direktur Keuangan & Layanan Korporat Tugu Insurance, Fitri Azwar, mengungkapkan bahwa kinerja tersebut ditopang oleh pengelolaan portofolio yang selektif. “Kami fokus pada lini fire & property, offshore, dan marine cargo yang selama ini menjadi kontributor utama,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (6/5/2026).
Di sisi lain, pendapatan investasi perseroan tercatat sebesar Rp88,17 miliar pada kuartal I-2026. Angka ini mencerminkan pengelolaan portofolio yang tetap hati-hati di tengah dinamika pasar keuangan yang masih fluktuatif. Adapun pendapatan operasional lainnya mencapai Rp156,02 miliar, melonjak 31,25 persen dibandingkan Rp118,88 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan peran entitas anak dalam memperkuat diversifikasi sumber pendapatan perusahaan.
Dari sisi permodalan, Tugu Insurance mencatatkan total ekuitas yang solid di level Rp10,17 triliun. Rasio Risk Based Capital (RBC) berada pada angka 420,5 persen, jauh di atas ambang batas minimum yang ditetapkan regulator. “Struktur permodalan tetap kuat untuk mendukung keberlanjutan bisnis perseroan,” kata Fitri.
Total aset perseroan tercatat sebesar Rp29,69 triliun pada akhir Maret 2026. Capaian ini, menurut manajemen, mencerminkan kemampuan perusahaan dalam mempertahankan kinerja yang sehat di tengah dinamika pasar dan perubahan standar pelaporan keuangan. Sejalan dengan penerapan PSAK 117, perseroan telah melakukan penyesuaian dalam penyajian laporan keuangan, termasuk penyajian kembali atas laporan tahun sebelumnya untuk memastikan konsistensi dan keterbandingan kinerja.
Fitri menambahkan bahwa kuartal I-2026 menjadi periode yang penuh dinamika bagi industri asuransi. Meskipun demikian, perseroan tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan pengelolaan risiko. “Di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global dan volatilitas harga energi, kami tetap fokus menjaga kualitas pertumbuhan bisnis. Disiplin underwriting, penguatan portofolio, serta pengelolaan risiko yang terukur menjadi fondasi penting,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa struktur permodalan yang solid memberikan fleksibilitas bagi perseroan untuk menjaga stabilitas kinerja sekaligus mendukung agenda pertumbuhan ke depan. “Kami akan terus memastikan pengelolaan modal dilakukan secara prudent, sejalan dengan komitmen untuk menjaga fundamental dan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Fitri.
Lebih lanjut, ia memastikan bahwa kualitas pelaporan keuangan tetap sejalan dengan standar akuntansi yang berlaku. “Penerapan PSAK 117 menjadi bagian dari upaya perseroan dalam meningkatkan kualitas dan transparansi pelaporan keuangan. Kami terus memastikan bahwa kinerja yang dicapai didukung oleh fundamental yang sehat, pengelolaan risiko yang tepat, serta struktur keuangan yang tetap kuat,” tuturnya.
Ke depan, Tugu Insurance berencana terus memperkuat fundamental bisnis serta meningkatkan kualitas pertumbuhan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Perseroan juga akan mengoptimalkan pengelolaan portofolio, menjaga disiplin risiko, serta memperkuat kontribusi entitas anak sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang.
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya Akan Berangkat Haji 21 Mei 2026, Sisipkan Doa Khusus agar Ekonomi Indonesia Makin Kuat
Pemerintah Siapkan Stimulus Baru, Insentif Mobil dan Motor Listrik Mulai Juni 2026
OJK: Piutang Multifinance Tumbuh Tipis, Pembiayaan Digital dan Pegadaian Melesat
BPOM: Indonesia Miliki 31.000 Jenis Tumbuhan Siap Jadi Bahan Baku Kosmetik Alami