Menteri Agama Ajak Masyarakat Lawan Hoaks yang Ganggu Kerukunan Beragama

- Rabu, 06 Mei 2026 | 21:45 WIB
Menteri Agama Ajak Masyarakat Lawan Hoaks yang Ganggu Kerukunan Beragama

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyerukan partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pencegahan penyebaran informasi palsu atau hoaks yang dinilai dapat mengganggu ketenteraman beragama. Seruan ini disampaikan sebagai respons atas maraknya konten menyesatkan yang menyasar dirinya dan institusi Kementerian Agama.

"Belakangan ini, saya melihat banyak sekali konten di media sosial yang sengaja dibuat dengan 'framing negatif' yang ditujukan ke Menteri Agama dan Kementerian Agama itu sendiri," ujar Nasaruddin dalam pernyataan yang dikutip dari Antara, Rabu, 6 Mei 2026.

Menurut Nasaruddin, terdapat sejumlah akun media sosial yang tidak jelas identitasnya dan secara sengaja memproduksi narasi yang diduga direkayasa untuk menciptakan kesan negatif. Narasi-narasi tersebut, lanjutnya, kerap kali mengarah pada ujaran kebencian yang bertentangan dengan nilai-nilai agama.

"Ada narasi yang dipotong, dipelintir, bahkan dikait-kaitkan terkait dukungan terhadap hal-hal yang bertentangan dengan nilai agama dan kemanusiaan," ungkap Nasaruddin.

Ia merinci sejumlah isu yang beredar, antara lain tuduhan kekecewaan karena masyarakat tidak mendukung pengumpulan dana sebesar Rp1.000 triliun, isu pelarangan penyembelihan hewan kurban, wacana pengelolaan kas masjid oleh pemerintah, hingga narasi yang mengaitkan dirinya dengan kasus kekerasan seksual. Seluruh informasi tersebut, tegas Nasaruddin, adalah tidak benar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

"Mari kita jaga ruang di ruang digital tetap sehat dan tabayun. Etika dan tanggung jawab bersama, saring sebelum sharing. Jangan sampai kita nanti tanpa sadar ikut memperpanjang umur hoaks dan fitnah di media sosial," imbaunya.

Salah satu hoaks yang menyebar luas adalah unggahan di media sosial Threads. Unggahan tersebut menarasikan bahwa Menteri Agama merasa kecewa karena masyarakat tidak mendukung pengumpulan dana sebesar Rp1.000 triliun. Narasi itu disertai foto dan keterangan yang menyebut Nasaruddin menyalahkan masyarakat atas minimnya dukungan terhadap rencana tersebut.

Berdasarkan penelusuran Cek Fakta ANTARA, tidak ditemukan informasi atau pernyataan resmi dari pemerintah maupun media kredibel yang membenarkan klaim tersebut. Kementerian Agama, melalui akun Instagram resminya, secara tegas membantah adanya pernyataan kekecewaan dari Menteri Agama.

Nasaruddin memang pernah membahas potensi besar dana umat dalam beberapa kesempatan, seperti dalam Sarasehan 99 Ekonom Syariah pada 24 Februari 2026 dan program siniar Satu Meja pada 25 Maret 2026. Namun, pernyataan tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan klaim pengumpulan dana Rp1.000 triliun maupun kekecewaan terhadap masyarakat. Dengan demikian, klaim yang menyebut Menteri Agama kecewa terhadap masyarakat karena tidak mendukung pengumpulan dana Rp1.000 triliun merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar