Harita Group baru saja mengumumkan hal penting. Entitas usahanya, PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), konon sudah menghabiskan semua dana hasil IPO. Nilainya gak main-main, mencapai Rp9,99 triliun. Realisasi penggunaan dana segar itu tercapai per 31 Maret 2026.
Menurut Direktur NCKL, Suparsin D Liwan, semua proses telah sesuai rencana. "Berdasarkan periode tersebut seluruh dana hasil penawaran umum perdana saham perseroan telah sepenuhnya direalisasikan sesuai dengan rencana penggunaan dana yang tercantum dalam prospektus perseroan," jelasnya dalam keterbukaan informasi ke BEI, Kamis lalu.
Lalu, kemana saja uang triliunan itu dialirkan? Rinciannya cukup beragam. Sebagian besar ternyata dipakai untuk melunasi utang. Ada pembayaran penuh ke PT Harita Jayaraya senilai Rp825 miliar dan ke PT Dwimuria Investama Andalan sebesar Rp893,28 miliar.
Tak hanya itu, utang ke Oversea-Chinese Banking Corporation (OCBC) dan PT Bank OCBC NISP Tbk juga dilunasi. Totalnya Rp2,22 triliun. Belum selesai, masih ada pelunasan fasilitas term loan 1 dan 3 ke OCBC NISP sebesar Rp130,74 miliar.
Di sisi lain, perusahaan juga menggelontorkan dana untuk belanja modal. Capex perseroan mencapai Rp323,90 miliar. Angka ini dipakai untuk membeli alat berat seperti bulldozer, fuel truck, rock breaker dan memperbaiki infrastruktur pertambangan nikel. Jalan tambang dan fasilitas pendukung lain juga dibangun.
Aliran dana lainnya? Ada setoran modal dan pinjaman ke anak perusahaan serta entitas asosiasi. Jumlahnya jauh lebih besar, yakni Rp3,32 triliun.
Perusahaan juga mengakuisisi saham. Mereka menambah kepemilikan di bisnis pengolahan bijih nikel dengan anggaran Rp1,60 triliun. Caranya dengan membeli 10% saham PT Obi Nickel Cobalt, sekitar 628.240 lembar. Dengan transaksi ini, porsi kepemilikan NCKL di perusahaan tersebut naik menjadi 20%.
Terakhir, masih ada sisa untuk modal kerja operasional. Sebesar Rp393,42 miliar dialokasikan untuk berbagai kebutuhan harian. Mulai dari bayar kontraktor, royalti, gaji karyawan, beli bahan bakar, sampai biaya perawatan rutin.
Perlu diingat, NCKL resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 12 April 2023. Kala itu, mereka melepas 7,99 miliar saham atau setara 12,67% dari modal ditempatkan. Hasilnya, dana segar yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp9,99 triliun. Dan kini, dana tersebut telah habis digunakan sesuai tujuan.
Artikel Terkait
Wall Street Menguat di Awal Perdagangan, Optimisme AI dan Harapan Damai AS-Iran Jadi Pendorong
PT Segar Kumala Indonesia Alihkan Transaksi Impor ke Yuan China untuk Tekan Dampak Pelemahan Rupiah
Citra Tubindo Bagikan Dividen 21,78 Juta Dolar AS ke Pemegang Saham
PT BEEF Rombak Direksi dan Komisaris, Ari Wijayanto Ditunjuk sebagai Dirut Baru