Inflasi Jakarta Terkendali di 2,32 Persen, Ekonomi Tumbuh 5,59 Persen

- Rabu, 06 Mei 2026 | 22:45 WIB
Inflasi Jakarta Terkendali di 2,32 Persen, Ekonomi Tumbuh 5,59 Persen

Inflasi di Jakarta tercatat berada dalam kendali pada angka 2,32 persen, seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,59 persen. Kondisi ini menunjukkan perekonomian Ibu Kota semakin kokoh dan memiliki daya adaptasi yang tinggi di tengah dinamika nasional. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan hal tersebut di Balai Kota Jakarta pada Rabu, 6 Mei 2026.

“Yang menggembirakan, inflasi Jakarta berada di angka 2,32 persen,” ujar Pramono. Ia menambahkan bahwa laju pertumbuhan ekonomi Jakarta relatif sejalan dengan capaian nasional. Stabilitas ini, menurutnya, turut memperkuat daya tahan ekonomi daerah.

Pramono menilai kekuatan ekonomi Jakarta saat ini ditopang oleh dua faktor utama, yaitu konsumsi masyarakat dan investasi. Kedua sektor ini menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi di Ibu Kota. “Kami melihat ekonomi Jakarta sekarang lebih kuat karena ditopang konsumsi dan investasi,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa konsumsi masyarakat meningkat berkat program pemerintah yang digelar pada momen hari besar. Diskon saat perayaan Natal, Tahun Baru, Nyepi, Imlek, Ramadan, hingga Idulfitri dinilai mampu mendorong daya beli warga. Sementara itu, kontribusi Jakarta terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional juga mengalami kenaikan, dari sebelumnya 16,61 persen menjadi 16,67 persen.

Peningkatan tersebut memperkuat posisi Jakarta sebagai penopang utama perekonomian nasional. Pramono menegaskan bahwa menjaga stabilitas ekonomi Jakarta berarti turut menjaga perekonomian Indonesia secara keseluruhan. Pemerintah, kata dia, akan terus mendorong kebijakan yang mampu memperkuat pertumbuhan dan daya beli masyarakat.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar