Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan tipis pada piutang pembiayaan multifinance yang mencapai Rp514,09 triliun pada Maret 2026, atau naik 0,61 persen secara tahunan. Angka ini utamanya ditopang oleh peningkatan pembiayaan modal kerja yang melesat 6,15 persen dalam periode yang sama.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, menyebutkan bahwa profil risiko perusahaan pembiayaan tetap terjaga. Rasio Non Performing Financing (NPF) gross tercatat sebesar 2,83 persen, sementara NPF net berada di level 0,8 persen.
"Gearing ratio perusahaan pembiayaan tercatat sebesar 2,17 kali dan berada di bawah batas maksimum sebesar 10 kali," ujarnya pada Rabu (6/5/2026).
Sementara itu, tren pembiayaan digital juga menunjukkan geliat positif. Berdasarkan data Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) oleh perusahaan pembiayaan tumbuh signifikan sebesar 55,85 persen secara tahunan, dengan nilai mencapai Rp12,81 triliun. Meski demikian, risiko kredit macet pada segmen ini tercatat cukup rendah dengan NPF gross sebesar 2,51 persen.
Di sisi lain, industri modal ventura justru mengalami kontraksi. Pada Maret 2026, pembiayaan modal ventura menyusut 0,95 persen secara tahunan, dengan total nilai pembiayaan tercatat sebesar Rp16,57 triliun.
Kondisi berbeda terjadi pada industri pinjaman daring (Pindar). Outstanding pembiayaan pada Maret 2026 tumbuh 26,25 persen secara tahunan, mencapai nominal Rp101,03 triliun. Tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 tetap terjaga di posisi 4,52 persen.
Adapun industri pegadaian mencatatkan pertumbuhan paling tinggi di antara sektor pembiayaan lainnya. Penyaluran pembiayaan pada Maret 2026 melonjak 60,27 persen secara tahunan menjadi Rp153,49 triliun. Dari jumlah tersebut, produk Gadai mendominasi dengan nilai penyaluran mencapai Rp127,90 triliun, atau setara 83,33 persen dari total pembiayaan yang disalurkan industri pegadaian.
Artikel Terkait
ESDM Ganti Tabung LPG 3 Kg dengan CNG Mulai Juli 2026, Masyarakat Tak Perlu Beli Tabung Baru
Mahfud MD Serukan Pengendalian Eksploitasi SDA agar Tidak Picu Bencana Alam
Menhan Sjafrie dan Menko AHY Bahas Pengamanan Wilayah Udara untuk Dukung Bandara Internasional Baru
Ratusan Warga Lembang Gelar Festival Perang Tomat, Ritual Buang Energi Negatif Jadi Daya Tarik Wisata