Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatra Utara mencatat dua orang meninggal dunia akibat tanah longsor yang menerjang Kabupaten Tapanuli Utara. Peristiwa itu dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kecamatan Pahe Julu, tepatnya di Desa Hubarat, pada Selasa, 5 Mei 2026.
Berdasarkan data Pusdalops, total korban dalam bencana tersebut mencapai tiga orang. Satu orang dilaporkan selamat, sementara dua lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Selain korban jiwa, longsor juga mengakibatkan Jalan Nasional Tarutung–Sipirok putus total dan satu unit mobil bak terbuka mengalami kerusakan parah.
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Utara, Sri Wahyuni Pancasilawati, menegaskan bahwa laporan tersebut masih bersifat sementara. "Berdasarkan laporan tidak ada pengungsi dan korban luka," ujarnya, Rabu, 6 Mei 2026.
Yuyun, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa sejumlah pemangku kebijakan telah melakukan berbagai upaya penanganan pascabencana. BPBD Sumatra Utara juga terus berkoordinasi dengan BPBD setempat untuk memastikan proses penanganan di lokasi terdampak berjalan optimal.
Artikel Terkait
Bus Tabrak Truk Tangki BBM di Musi Rawas Utara, 16 Orang Tewas Terbakar
Inflasi Jakarta Terkendali di 2,32 Persen, Ekonomi Tumbuh 5,59 Persen
Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman Kunjungi MUI, Tegaskan Komitmen Jaga Sinergi Pemerintah dan Ulama
UI Periksa 16 Terlapor Kasus Kekerasan Seksual Elektronik di FHUI, Telaah Percakapan Digital 2024-2026