Seorang pelajar sekolah dasar di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, meregang nyawa setelah meniru aksi freestyle yang viral di media sosial, terinspirasi dari permainan daring populer Free Fire. Insiden tragis ini menimpa Hamad Izan Wadi, bocah kelas 1 SDN 3 Lenek Baru yang mengalami patah leher akibat aksi nekat tersebut.
Kepala Kepolisian Subsektor Lenek, Ipda Alam Prima Yogi, mengonfirmasi bahwa korban meninggal dunia pada Minggu, 3 Mei lalu. Meskipun sempat mendapatkan perawatan medis, cedera serius pada bagian leher tidak dapat tertolong. “Korban masih kelas 1 SD, meninggal dunia pada 3 Mei yang lalu. Korban bernama Hamad Izan Wadi. Korban meninggal dunia setelah melakukan aksi freestyle yang sedang viral,” ujar Yogi.
Fenomena freestyle yang tengah menjadi tren di kalangan anak-anak ini, menurut Yogi, merupakan tiruan dari gerakan ekstrem dalam gim online. Media sosial menjadi pemicu utama penyebaran aksi tersebut, sehingga anak-anak di berbagai daerah turut menirukannya tanpa menyadari risiko fatal yang mengintai. “Ada gim online menampilkan gaya yang ekstrem, itu yang diikuti oleh anak-anak zaman sekarang,” jelasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan bahaya meniru konten berbahaya yang beredar di dunia maya. Pihak kepolisian mengimbau orang tua dan guru untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anak, terutama dalam mengakses media sosial dan bermain gim. Tanpa pengawasan yang ketat, tren viral yang tampak menghibur justru bisa berujung pada petaka.
Artikel Terkait
Dua Truk Trailer Diamankan Polisi Usai Melawan Arah di Cakung Cilincing Demi Pangkas Waktu
Kasus Pemukulan Waketum PSI Ronald Sinaga di Menteng Berakhir Damai, Dinilai Murni Miskomunikasi
Hakim Beri Waktu Eks Wamenaker Noel Bertemu Anak di Sidang, Momen Haru Warnai Persidangan Korupsi
Dua Truk Trailer Melawan Arah di Cakung Cilincing Diamankan Polisi, Sopir Beralasan Cari Jalan Pintas