BSN Luncurkan Bundling KPR dan Cicilan Emas, Targetkan Milenial sebagai Mitra Keuangan Keluarga

- Kamis, 07 Mei 2026 | 23:15 WIB
BSN Luncurkan Bundling KPR dan Cicilan Emas, Targetkan Milenial sebagai Mitra Keuangan Keluarga

PT Bank Syariah Nasional (BSN) mengambil langkah strategis untuk memperkuat penetrasi pasar pembiayaan hunian dengan meluncurkan inovasi produk bundling yang menggabungkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan cicilan emas. Langkah ini tidak hanya menyasar seluruh segmen konsumen, tetapi juga dirancang untuk meningkatkan nilai tambah bagi nasabah sekaligus memperkuat posisi perseroan sebagai mitra utama keuangan keluarga.

Direktur Consumer Banking BSN, Mochamad Yut Penta, menjelaskan bahwa pembiayaan KPR yang ditawarkan perseroan saat ini tidak lagi sekadar berfokus pada kepemilikan aset properti. Lebih dari itu, produk ini membawa nilai filosofis untuk menjaga jiwa dan keturunan sesuai dengan prinsip Maqasid Syariah. Melalui integrasi antara KPR dan emas, nasabah kini dapat memiliki hunian sekaligus aset likuid secara bersamaan dalam satu skema pembiayaan.

"Melalui bundling KPR dan emas, narasi yang kita bangun adalah nasabah memiliki rumah sekaligus aset likuid. Jadi, selain menjaga jiwa dan keturunan, BSN juga menjaga keamanan finansial keluarga. Hal ini sejalan dengan visi perseroan menjadi mitra utama keuangan keluarga yang berkah dan amanah," kata Penta dalam keterangan tertulis, Kamis, 7 Mei 2026.

"Jadi kami tidak membuat program ini untuk menyasar segmen yang baru, tidak. Segmen yang ada sekarang ini 85 persen adalah milenial. Ini adalah umur saat mereka mulai memikirkan masa depannya dan memiliki literasi keuangan yang relatif lebih baik. Kami pandang program ini sangat cocok buat mereka," ujar Penta.

Sistem bundling ini, lanjutnya, bersifat inklusif dan dapat diakses oleh nasabah baru maupun nasabah lama. Bagi nasabah yang telah memiliki KPR di BSN, mereka tetap dapat memanfaatkan fitur cicilan emas secara mandiri sebagai bentuk diversifikasi investasi. Kinerja fitur cicil emas yang tersedia di aplikasi super apps Bale Syariah pun mencatatkan pertumbuhan yang signifikan. Penta menyebutkan, realisasi cicilan emas melalui sistem booking melonjak hampir 5.000 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"KPR kami memiliki sifat margin yang flat (pasti), tetapi emas itu sangat likuid, bisa dijual kapan saja ketika nasabah membutuhkan. Kami melihat investasi emas trennya sedang naik karena dianggap sebagai instrumen investasi yang aman saat ini. Kami ingin terus meningkatkan value bagi customer, baik dari sisi produk maupun teknologi untuk memudahkan mereka bertransaksi," jelas dia.

Dengan berbagai kemudahan tersebut, BSN menargetkan untuk menjadi primary bank atau bank utama bagi para nasabahnya. Penta berharap, nasabah dapat memulai perjalanan keuangan mereka dengan mengambil KPR di BSN, kemudian secara bertahap beralih melakukan berbagai transaksi keuangan lainnya melalui platform yang disediakan perseroan.

"Harapannya, nasabah mulai dengan ber-KPR di kita, lalu selanjutnya bertransaksi untuk keperluan apa saja melalui BSN. Kami sudah menyediakan Bale Syariah dan banyak fasilitas lainnya untuk mendukung itu," kata Penta.

Dalam rangka mendorong pertumbuhan bisnis, BSN juga menyosialisasikan rangkaian program pembiayaan hunian nonsubsidi terbaru yang berlaku hingga 30 Juni 2026. Untuk pengembang dengan rating Platinum, Gold, atau Kelolaan termasuk ISPI Group BSN menawarkan promo margin khusus mulai dari 2,65 persen fixed tiga tahun bagi nasabah primary dan institusi. Selain itu, tersedia pula margin 3,50 persen fixed tiga tahun dan 4,50 persen fixed lima tahun untuk segmen pasar sekunder (secondary). Bagi masyarakat umum, BSN menyediakan Promo Reguler dengan skema Fix & Cap serta pilihan margin tetap hingga 10 tahun untuk memberikan kepastian angsuran.

"Dengan jaringan mencapai 672 outlet di seluruh Indonesia, kami optimistis dapat memperkuat posisi sebagai pemimpin dalam ekosistem perumahan nasional," kata Penta.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar