Raja Denmark, Frederik X, rencananya akan terbang ke Greenland bulan depan. Kunjungan ini tak bisa dipisahkan dari situasi yang sedang memanas: upaya Presiden AS Donald Trump yang disebut-sebut ingin 'mengambil alih' wilayah otonom Denmark itu.
Lewat pernyataan resminya, istana kerajaan Denmark mengonfirmasi rencana tersebut. "Raja Denmark akan mengunjungi Greenland pada pertengahan Februari," begitu bunyi pernyataan itu, seperti dilaporkan AFP, Kamis lalu.
Menurut sejumlah saksi, sang Raja terlihat cukup khawatir dengan kondisi terkini. Ini ia sampaikan kepada para wartawan saat sedang berada di Lithuania.
"Kami sangat prihatin terhadap rakyat Greenland dan kami sangat terpengaruh oleh apa yang telah terjadi di Greenland dalam beberapa minggu terakhir," ujarnya.
Dia melanjutkan, "Kami bisa merasakan dari pemberitaan media bahwa rakyat Greenland sangat cemas... Jelas, ini menyangkut kami berdua."
Dengan kata 'kami berdua', Raja Frederik merujuk pada dirinya dan sang Ratu, Mary. Greenland sendiri memang wilayah otonom di bawah Kerajaan Denmark, jadi wajar jika situasi ini jadi perhatian serius Copenhagen.
Di sisi lain, dari Washington, Donald Trump sudah lebih dulu membuat pernyataan yang menggegerkan. Presiden AS itu mengklaim telah berhasil merancang sebuah kerangka kesepakatan soal Greenland yang ia sebut "memuaskan". Trump bilang, kesepakatan ini sifatnya jangka panjang.
Tapi, detailnya sangat minim. Dalam laporan terpisah, AFP mencatat bahwa Trump enggan menjelaskan lebih jauh. Dia sama sekali tidak mau berkomentar apakah kesepakatan itu juga mencakup soal kontrol Amerika atas pulau Arktik tersebut.
Yang menarik, pernyataan Trump ini muncul setelah dia bertemu dengan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, di Davos. Sepertinya, pembicaraan di Forum Ekonomi Dunia di resor ski Swiss itu membuatnya berubah pikiran.
Tak lama kemudian, lewat unggahan di Truth Social, platform media sosial miliknya, Trump menegaskan kembali klaimnya. "Kami telah membentuk kerangka kesepakatan masa depan terkait Greenland dan, pada kenyataannya, seluruh Wilayah Arktik," tulisnya.
Nah, di tengah situasi yang belum jelas ini, kunjungan Raja Frederik ke Greenland bulan depan dipastikan akan penuh dengan perhatian. Banyak yang menunggu, apa yang akan disampaikan sang Raja langsung kepada rakyat Greenland.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi