Rabu siang di kompleks Istana, suasana tampak berbeda. Presiden Prabowo Subianto ternyata sedang mengumpulkan para mantan menteri luar negeri. Tujuannya jelas: mendengar langsung masukan mereka soal arah kebijakan luar negeri Indonesia ke depan.
Ini langkah yang jarang, bahkan mungkin belum pernah terjadi. Salah satu yang hadir, Alwi Shihab, mantan menlu era 1999-2001, langsung menyorotinya.
"Saya kira ini sangat positif, ini kan pertama kali begini, yang bekas menlu diajak bicara, beliau ini bijaksana, lah," ujar Alwi usai pertemuan.
Ia mengaku dipanggil khusus ke istana. Intinya, kata dia, presiden ingin tahu pendapat mereka. "Pak presiden panggil kami ini yang bekas menlu untuk mendapat masukan pendapat kami gimana, itu aja," jelas Alwi. Soal detail masukannya? Ia memilih tak mengungkap ke publik. "Enggak bisa saya sampaikan, disampaikan di depan presiden," tambahnya.
Nah, dari sekian banyak isu, satu hal yang mencuat adalah pembahasan tentang Board of Peace atau BOP. Keikutsertaan Indonesia di dalamnya jadi topik hangat.
"Justru itu Board of Peace itu, apakah penting indonesia ikut, apakah tidak penting, itu yang akan dibahas," kata Alwi.
Menurutnya, tentu ada keuntungan jika Indonesia bergabung. Meski begitu, bukan berarti tanpa catatan. Namun Alwi yakin, Prabowo punya pertimbangan matang. "Presiden punya pandangan kenapa dia mesti ikut dan itu ada alasan alasannya, dan saya kira alasannya valid," terangnya.
Di sisi lain, mantan wakil menteri luar negeri Dino Patti Djalal juga mengonfirmasi undangan tersebut. Pertemuan itu, katanya, membahas banyak hal.
"Undangan untuk datang, dan dalam suratnya disampaikan mengenai politik luar negeri, arah politik luar negeri, termasuk Palestina," jelas Dino.
Pertemuan singkat itu, meski belum menghasilkan keputusan final, setidaknya memberi sinyal. Prabowo rupanya ingin mendengar langsung dari para senior diplomasi negeri ini sebelum melangkah lebih jauh.
Artikel Terkait
Polres Lamandau Gagalkan Penyelundupan 35 Kg Sabu dan 15 Ribu Pil Ekstasi di Perbatasan Kalimantan
Nasib Mikel Arteta di Arsenal Bergantung pada Trofi Musim Ini
Sengketa Lahan 400 Hektare di Luwu Timur: Warga Penggarap Berhadapan dengan Sertifikat HPL Pemda
Harga Emas Antam Turun Rp40.000 per Gram, Buyback Anjloh Rp51.000