"Justru itu Board of Peace itu, apakah penting indonesia ikut, apakah tidak penting, itu yang akan dibahas," kata Alwi.
Menurutnya, tentu ada keuntungan jika Indonesia bergabung. Meski begitu, bukan berarti tanpa catatan. Namun Alwi yakin, Prabowo punya pertimbangan matang. "Presiden punya pandangan kenapa dia mesti ikut dan itu ada alasan alasannya, dan saya kira alasannya valid," terangnya.
Di sisi lain, mantan wakil menteri luar negeri Dino Patti Djalal juga mengonfirmasi undangan tersebut. Pertemuan itu, katanya, membahas banyak hal.
"Undangan untuk datang, dan dalam suratnya disampaikan mengenai politik luar negeri, arah politik luar negeri, termasuk Palestina," jelas Dino.
Pertemuan singkat itu, meski belum menghasilkan keputusan final, setidaknya memberi sinyal. Prabowo rupanya ingin mendengar langsung dari para senior diplomasi negeri ini sebelum melangkah lebih jauh.
Artikel Terkait
Main Hakim Sendiri Berujung Buntung: Korban Pencurian Malah Jadi Tersangka
Persoalan Kertas yang Merenggut Nyawa: Bocah 10 Tahun Bunuh Diri Usai Keluarga Tak Kebagian Bansos
Akhir Tragis Sang Raja Penipuan Online di Perbatasan Myanmar
KPK Bergerak Lagi, OTT Sasar Pejabat Bea Cukai