Penerbangan Citilink dari Jakarta menuju Surabaya pada Kamis lalu ternyata menyimpan kejadian yang tak biasa. Bukannya menikmati perjalanan, dua penumpang asal China justru diamankan petugas usai pesawat mendarat di Bandara Juanda. Mereka diduga mencuri uang dari penumpang lain yang berkewarganegaraan Malaysia.
Menurut sejumlah saksi, momen pencurian itu terjadi sekitar pukul 11.15 siang. Saat itu, korban yang duduk di kelas ekonomi meninggalkan kursinya sejenak untuk ke toilet. Tak lama setelahnya, seorang pramugari memberi isyarat. Rupanya, ada penumpang yang terlihat membuka tas milik korban di kompartemen bagasi atas.
Korban pun langsung memeriksa tasnya. Dan benar saja, tas itu sudah terbuka dan posisinya berpindah ke dekat salah satu pria yang kini jadi tersangka. Keadaan jadi makin ricuh ketika pemeriksaan dilakukan.
"Ketika dilakukan pemeriksaan bersama awak kabin, tersangka sempat melemparkan sejumlah uang ke arah kursi korban,"
Kata Agus Winarto, Kepala Kantor Imigrasi Surabaya yang menangani kasus ini. Aksi lempar uang itu seperti pengakuan yang terpaksa.
Pengungkapan kasus ini sendiri berawal dari keberuntungan. Kebetulan, dalam pesawat yang sama ada tim penyidik dari Ditjen Imigrasi. Mereka yang kemudian membantu mengamankan kedua pria berinisial WM dan LJ itu begitu pesawat tiba di Juanda, berkoordinasi dengan petugas bandara dan maskapai.
Dari pengakuannya, WM mengiyakan telah mengambil uang. Jumlahnya cukup besar: Rp 5 juta ditambah 500 dolar AS. Awalnya dia coba-coba berdalih, katanya mengira tas itu miliknya sendiri. Tapi alasan itu tentu sulit diterima.
Kini, kedua WNA China itu menghadapi proses hukum lebih lanjut. Kasus pencurian di dalam pesawat memang relatif jarang, tapi ini jadi pengingat untuk selalu waspada dengan barang bawaan, bahkan di ruang sempit sekalipun.
Artikel Terkait
Jadwal Salat Makassar Kamis 7 Mei 2026: Subuh Pukul 04.44 Wita, Magrib Pukul 17.59 Wita
40 Rumah Sakit di Indonesia Kantongi Sertifikasi Syariah, Wamenkes Tegaskan Bersifat Inklusif
Menag: Borobudur Bukan Sekadar Warisan Budaya, Tapi Kitab Spiritual yang Hidup
Bajak Laut Somalia Gunakan Kapal Dhow UEA yang Dibajak sebagai Kapal Induk untuk Serang Kapal Lain