Prabowo Panggil Eks-Menlu Bahas Strategi di Tengah Gejolak Global

- Rabu, 04 Februari 2026 | 15:40 WIB
Prabowo Panggil Eks-Menlu Bahas Strategi di Tengah Gejolak Global

Rabu siang di Istana Negara tampak ramai. Beberapa mantan menteri luar negeri terlihat memenuhi undangan Presiden Prabowo Subianto. Marty Natalegawa, yang memimpin diplomasi Indonesia dari 2009 hingga 2014, tiba lebih dulu. Mobil Mercedes Benz warna cokelatnya meluncur memasuki kawasan istana.

Ditemui awak media, Marty terlihat santai. "Saya hanya mendapat undangan saja dari presiden," ujarnya singkat.

Namun begitu, dia enggan mengonfirmasi spekulasi. Isu yang beredar, pertemuan ini membahas kemungkinan Indonesia bergabung dengan Board of Peace atau Dewan Perdamaian. Marty sama sekali tak mau membenarkan hal itu.

Tak berselang lama, sosok lain pun muncul. Retno Marsudi, menteri luar negeri yang memegang jabatan selama sepuluh tahun setelah Marty, juga tiba. Saat diserbu pertanyaan, dia hanya tersenyum ramah sambil berjalan cepat. "Nanti saja ya, thank you," katanya, menutup percakapan.

Kehadiran mereka bukan satu-satunya. Dino Patti Djalal, wakil menteri luar negeri era 2014, juga terpantau hadir. Rupanya, ini pertemuan yang cukup lengkap.

Arrmanatha Nasir, salah seorang wakil menteri luar negeri, memberikan konfirmasi. Menurutnya, pertemuan ini dihadiri oleh Menlu Sugiono beserta seluruh jajaran wakilnya saat ini. Tak ketinggalan, para mantan menteri dan wakil menteri luar negeri, plus sejumlah think tank.

"Bapak presiden hari ini menerima para Menlu, Wakil Menlu, juga mantan Menlu, Wakil Menlu serta para think tank untuk berdiskusi," jelas Arrmanatha.

Agendanya apa? Arrmanatha tidak merinci secara spesifik. Hanya saja, dia memberi isyarat bahwa topiknya cukup berat. Pembahasan yang dilakukan, ungkapnya, terkait dengan dinamika geopolitik global. Sebuah tema yang wajar, mengingat kompleksnya situasi dunia saat ini.

(Nur Ichsan Yuniarto)

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar