Senin pagi di Park Hyatt Jakarta, suasana tampak berbeda. Ruang rapat dipenuhi para pelaku usaha dari berbagai penjuru tanah air. Mereka berkumpul untuk satu agenda penting: Rapat Pimpinan Nasional Kadin Indonesia 2025 resmi dimulai.
Membuka acara, Ketua Umum Kadin Anindya Novyan Bakrie langsung menyampaikan semangatnya. Ia bilang, Rapimnas tahun ini bukan cuma soal konsolidasi internal. Lebih dari itu, ini jadi momen untuk menyalakan optimisme. Dunia bisnis, menurutnya, harus tetap solid di tengah kondisi ekonomi global yang serba tak pasti ini.
"Kita ingin menyebar optimisme. Optimisme di tengah tantangan yang begitu banyak, baik global maupun domestik, untuk bergotong-royong memperluas lapangan kerja," ujar Anindya.
Suaranya tegas. "Karena ujungnya itulah yang bisa meningkatkan perekonomian ke 5 persen, 6 persen, 7 persen, dan 8 persen."
Kolaborasi erat antara pengusaha dan pemerintah, ia yakini, adalah kunci. Kerja sama itu yang nantinya bakal membuka lebih banyak lowongan pekerjaan. Dan itu jadi fokus utama Kadin di tahun depan.
Anindya juga menyentuh soal kebanggaan. Ia mengajak seluruh anggota Kadin untuk melihat peluang yang ada di depan mata.
"Untuk teman-teman yang menjadi anggota Kadin, kita mesti berbangga karena kita mempunyai kesempatan untuk berkontribusi sangat besar, dan sangat dibutuhkan pada saat ini," lanjutnya.
Dalam paparannya, ia membeberkan struktur PDB Indonesia. Konsumsi dalam negeri masih mendominasi, menyumbang 57 persen. Disusul investasi sebesar 28 persen. Angka-angka itu ia jabarkan dengan jelas.
"Jadi dua hal ini saja sudah 85 persen. Ini ada di pundak kita semua. Nah bagaimana kita menggerakkan bersama pemerintah, inilah esensi daripada hari ini," katanya.
Ia lantas menggambarkan hubungan pemerintah dan dunia usaha bak dua kuda yang menarik satu gerbong. Pemerintah jadi kuda pertama lewat kebijakan-kebijakannya. Sementara pelaku usaha berperan sebagai kuda kedua, penggerak aktivitas ekonomi di lapangan.
Meski begitu, sisa 15 persen dari belanja pemerintah dan perdagangan internasional tetap punya peran krusial. "Tentu 15 persen terakhir baik dari sisi belanja modal pemerintah maupun perdagangan tetap sangat penting karena ini yang memulai mesin ekonomi berjalan," jelasnya.
Di sisi lain, Anindya tak lupa menyoroti peran Kadin di daerah. Tugas kamar dagang, tegasnya, adalah memastikan kebijakan pusat bisa dipahami dan dijalankan sampai ke tingkat paling bawah. Ia akui, beberapa kebijakan sudah jalan mulus. Tapi tidak sedikit juga yang masih butuh pendampingan lebih.
"Tugas Kadin juga di sini adalah memastikan turunan dari kebijakan di atas itu sampai ke daerah," tutupnya.
Rapimnas Kadin 2025 pun berlanjut dengan berbagai agenda diskusi. Suasana ruangan masih terasa hangat oleh semangat gotong royong yang coba dibangun sejak pembukaan.
Artikel Terkait
Telkom Seleksi 27 Kandidat untuk Program Calon Pimpinan Masa Depan
TASPEN Percepat Transformasi Digital dan Kuatkan Ketahanan Bisnis di Usia ke-63
Roy Suryo Tegaskan Tak Akan Ajukan Restorative Justice dalam Kasus Ijazah Jokowi
Menteri Perdagangan Sebut Kenaikan Harga Minyak Goreng Dipicu Distribusi dan Harga Plastik