Di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, suasana mencekam masih menyelimuti Kampung Kembru. Aksi baku tembak yang pecah pada Selasa lalu antara aparat dan kelompok bersenjata telah memakan korban yang tak sedikit. Menurut data yang berhasil dihimpun, setidaknya 15 warga sipil meregang nyawa dalam insiden berdarah itu.
Menteri HAM Natalius Pigai, dalam jumpa pers yang digelar Senin (20/4/2026) di kantornya di Kuningan, Jakarta Pusat, mengonfirmasi angka korban jiwa tersebut.
"Sebanyak 15 orang meninggal dunia dalam serangan di Kembru tersebut," ujarnya tegas, seperti dilansir dari Antara.
Namun begitu, daftar korban tidak berhenti di sana. Kementerian HAM juga mencatat tujuh orang lainnya mengalami luka-luka. Data menyedihkan ini, kata Pigai, dikumpulkan dari berbagai sumber. Mereka merangkum laporan dari pemerintah daerah, kesaksian warga setempat, hingga keterangan langsung dari para korban yang selamat.
Peristiwa ini tentu saja menarik perhatian serius Kementerian HAM. Bagaimana tidak, korban yang berjatuhan justru berasal dari kalangan masyarakat sipil yang tidak bersenjata. Situasi ini mendorong mereka untuk bertindak.
Upaya untuk mengungkap kebenaran pun digeber. Pemerintah, melalui Kementerian HAM, bertekad mencari tahu siapa sebenarnya pelaku di balik penembakan dan apa motif di baliknya. Mereka ingin kasus ini tidak tenggelam begitu saja.
Langkah konkret yang diambil adalah dengan mengambil alih penanganan kasus. Pigai meyakini, dengan intervensi langsung dari kementeriannya, proses penelusuran bisa berjalan lebih transparan dan adil. Harapannya, hasil investigasi nanti bisa dipertanggungjawabkan dan diumumkan secara terbuka kepada publik.
"Lebih baik Kementerian HAM mendahului cek data fakta informasi itu jauh lebih bagus," jelas Pigai mengenai langkah proaktif yang diambilnya.
Dengan kata lain, semua upaya ini ditujukan agar masyarakat akhirnya mendapatkan kejelasan. Mereka berhak tahu apa yang sebenarnya terjadi di Kampung Kembru pada hari naas itu.
Artikel Terkait
PIS Perkuat Ekspansi Global dengan Mitra Ketiga, Pertahankan Dominasi Pelaut Indonesia
IDF Selidiki Prajurit yang Hancurkan Patung Yesus di Lebanon Selatan
DPR Segera Sahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, Ini Poin-Poin Utamanya
Bamsoet Desak Reformasi dan Penguatan Kewenangan Kompolnas