Sebuah foto yang beredar di media sosial benar-benar menyita perhatian. Tampak seorang tentara Israel, dengan palu godam besar di tangan, menghancurkan patung Yesus Kristus. Patung itu tergeletak di tanah, terlepas dari salibnya, dengan bagian kepala yang rusak akibat pukulan.
Hebohnya, militer Israel sendiri yang mengonfirmasi. Foto itu asli, dan sang tentara adalah anggota pasukan mereka. Kabarnya, Tel Aviv sekarang sedang mendalami insiden yang memalukan ini lebih jauh.
Dari foto yang viral, suasana terlihat cukup jelas. Sang tentara, dalam seragam lengkap, sedang mengayunkan palu ke arah kepala patung. Patung Yesus itu sendiri dalam posisi terbalik, tampak sudah jatuh sebelumnya.
Menurut sejumlah laporan media Arab, lokasi kejadiannya adalah di Desa Debl. Ini sebuah desa Kristen di Lebanon selatan, tak jauh dari perbatasan dengan Israel. Otoritas setempat di Debl membenarkan bahwa patung itu memang ada di sana. Namun begitu, mereka enggan memastikan tingkat kerusakannya.
Respon resmi pun datang.
Lewat sebuah pernyataan di platform X pada Senin (20/4), Angkatan Bersenjata Israel (IDF) menyatakan pihaknya memandang perkara ini dengan sangat serius.
"Perilaku tentara tersebut sama sekali tidak sesuai dengan nilai-nilai yang diharapkan dari pasukannya," bunyi pernyataan itu, tegas.
IDF menjelaskan, setelah pemeriksaan awal terhadap foto yang beredar, telah dipastikan bahwa itu memang menunjukkan seorang prajurit mereka yang sedang beroperasi di Lebanon selatan.
Mereka menambahkan, insiden ini kini sedang diselidiki oleh Komando Utara dan prosesnya sudah berjalan melalui jalur komando. "Langkah-langkah yang tepat akan diambil terhadap mereka yang terlibat," demikian ditegaskan militer Israel, meski tanpa merinci lebih lanjut apa yang sebenarnya terjadi di lapangan.
Artikel Terkait
Kuasa Hukum Bobby: Silakan Laporkan, Kami Tunggu
Polisi Bongkar Lab Vape Berisi Narkoba Etomidate di Tangerang, Sita Barang Senilai Rp 762 Miliar
DPR dan Pemerintah Sepakat Sahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
Drone Serang Lebanon Selatan, Gencatan Senjata 10 Hari Terancam Gagal