Meski tahun 2025 diwarnai tantangan berat, PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) tetap akan membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang digelar pada 16 April 2026 lalu akhirnya memutuskan hal itu. Nilainya mencapai USD8,89 juta, atau kalau dirinci per saham, sekitar USD0,0011.
Manajemen perusahaan sudah mengonfirmasi keputusan ini lewat keterbukaan informasi ke BEI, Senin (20/4/2026).
"Perseroan akan melaksanakan pembagian dividen tunai final kepada para pemegang saham perseroan sebesar USD8,89 juta yang diambil dari saldo laba ditahan perseroan. Dividen per saham yang akan dibayarkan adalah sebesar USD0,0011 per saham," begitu bunyi pernyataan resmi mereka.
Keputusan bagi dividen ini menarik untuk dicermati. Pasalnya, laporan kinerja TOBA sepanjang 2025 tidak terlalu cerah. Pendapatan mereka dari kontrak dengan pelanggan tercatat USD365,86 juta, turun sekitar 5% dibanding tahun 2024. Di sisi lain, beban pokok pendapatannya justru naik signifikan, sekitar 8,7% menjadi USD336,17 juta. Imbasnya, laba bruto dari operasi yang dilanjutkan anjlok drastis, menyusut lebih dari 61% menjadi USD29,69 juta.
Memang ada sedikit titik terang. Perusahaan berhasil memangkas beban penjualan dengan cukup tajam, turun 70,5% menjadi hanya USD328 ribu. Namun begitu, hal itu tak cukup untuk menahan tekanan dari sisi lain. Rugi dari divestasi entitas anak, misalnya, membebani laporan keuangan hingga USD96,87 juta. Belum lagi rugi selisih kurs yang membengkak luar biasa, melonjak lebih dari 1.200% menjadi USD5,24 juta.
Semua faktor itu berujung pada angka akhir yang merah. Hingga penutupan tahun 2025, TOBA mencatatkan rugi bersih yang diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar USD162,27 juta. Angka ini kontras sekali dengan tahun sebelumnya, di mana mereka justru membukukan laba bersih USD25,36 juta. Situasi yang cukup pelik, tentunya.
Nah, bagi investor yang tetap berhak mendapat bagian dividen, berikut jadwal lengkapnya. Pengumuman resminya sudah keluar 20 April kemarin. Untuk perdagangan di pasar reguler dan negosiasi, masa cum dividend berlaku 24 April, lalu ex dividend-nya mulai 27 April. Sedangkan di pasar tunai, cum dividend jatuh pada 28 April dan ex dividend-nya sehari setelahnya, 29 April. Tanggal pencatatan (recording date) bagi yang berhak adalah 28 April 2026, dan pembayaran dividen tunainya baru akan dilakukan pada 20 Mei 2026.
Artikel Terkait
Ketegangan AS-Iran Guncang Pasar, Indeks Saham AS Beragam di Awal Pekan
Ancaman Tarif Tinggi Trump Dorong Banyak Negara Beli Minyak Rusia
Aset Investasi Tembus Rp1.084 Triliun, tapi Kontribusi ke PDB Masih Kalah Jauh dari Tetangga
Pemerintah Jajaki Impor Plastik Kemasan dari Malaysia Antisipasi Krisis Global