PIS Perkuat Ekspansi Global dengan Mitra Ketiga, Pertahankan Dominasi Pelaut Indonesia

- Senin, 20 April 2026 | 22:15 WIB
PIS Perkuat Ekspansi Global dengan Mitra Ketiga, Pertahankan Dominasi Pelaut Indonesia

TVRINews, Jakarta

Ekspansi PT Pertamina International Shipping (PIS) di kancah global semakin terasa. Strateginya? Memperkuat layanan jasa kelautan dan logistik dengan cara yang cukup umum di industri ini: bermitra dengan operator pihak ketiga. Lewat kerja sama semacam ini, PIS berharap bisa meningkatkan daya saingnya di pasar internasional.

Jadi, bagaimana skemanya? Kapal-kapal milik perusahaan pelayaran anak usaha Pertamina itu disewakan. Nah, pihak operator ketiga inilah yang nantinya mengurus segalanya, mulai dari manajemen kapal hingga merekrut anak buah kapal atau ABK. Model bisnis seperti ini memang bukan hal baru. Di seluruh dunia, ini jadi salah satu cara perusahaan memperluas jangkauan dan kapabilitasnya di berbagai rute tanpa harus menanggung semua beban operasional sendirian.

Ambil contoh Kapal Gamsunoro. Armada ini sudah menjelajah ke banyak wilayah, dari Asia, Eropa, sampai Amerika dan Afrika. Saat ini, operasionalnya ditangani mitra ketiga. Meski begitu, PIS menjamin semua prosedur tetap mengikuti regulasi internasional dan standar operasional yang ketat. Tidak ada kompromi di situ.

Sebagai subholding logistik maritim Pertamina, target PIS jelas. Ekspansi pasar internasional adalah strategi utama. Tujuannya ganda: mendongkrak pendapatan perusahaan dan sekaligus menyumbang devisa untuk negara. Menurut sejumlah analis, langkah ini cukup masuk akal di tengah persaingan yang semakin ketat.

Vega Pita, Pejabat sementara Corporate Secretary PIS, mengonfirmasi hal tersebut. Ia menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari upaya besar untuk meningkatkan daya saing global.

“Strategi ini kami jalankan untuk memperkuat daya saing perusahaan dan meningkatkan kontribusi Indonesia di industri maritim global,” ujar Vega dalam keterangan tertulisnya, Senin (20/4/2026).

Ia lalu menambahkan poin penting, “Dalam operasionalnya, kapal Pertamina masih didominasi pelaut Indonesia hingga 94 persen.”

Komitmen terhadap pengembangan SDM dalam negeri, khususnya para pelaut, juga ditegaskan kembali. Pertamina Group ingin agar tenaga kerja lokal makin mampu bersaing di tingkat internasional.

Lalu, bagaimana komposisi sebenarnya? Dari data yang ada, jumlah ABK berkewarganegaraan Indonesia yang bekerja di kapal-kapal Pertamina Group baik untuk rute domestik maupun internasional mencapai sekitar 4.090 orang. Sementara, pelaut asing hanya sekitar 278 orang atau sekitar 6 persen dari total awak.

Dengan angka itu, PIS merasa punya bukti nyata. Di tengah gebrakan ekspansi bisnis ke seluruh penjuru dunia, mereka tetap memegang komitmen untuk memberdayakan talenta nasional. Itu pesan yang coba disampaikan, dan mereka ingin agar pesan itu terdengar jelas.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar