Drone Serang Lebanon Selatan, Gencatan Senjata 10 Hari Terancam Gagal

- Senin, 20 April 2026 | 23:40 WIB
Drone Serang Lebanon Selatan, Gencatan Senjata 10 Hari Terancam Gagal

Sebuah drone dilaporkan menghantam kawasan di Lebanon selatan hari ini. Padahal, baru beberapa hari lalu gencatan senjata sepuluh hari antara Israel dan Lebanon diumumkan. Media-media setempat yang meliput kejadian ini menyebut serangan itu terjadi di sekitar Sungai Litani, tepatnya di kota Qaqaiyat al-Jisr.

Menurut Kantor Berita Nasional Lebanon, serangan itu dilakukan oleh "drone musuh". Sampai berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa dari insiden tersebut. Namun begitu, situasi di lapangan ternyata lebih rumit.

Di sisi lain, tim Pertahanan Sipil Lebanon justru menemukan dua jenazah di lokasi yang tak jauh dari sana. Jenazah itu berada di dalam sebuah kendaraan yang terpendam reruntuhan akibat serangan udara Israel sebelumnya yang menyasar Jembatan Qasmiyah. Serangan itu terjadi beberapa pekan lalu, dan baru sekarang korban ditemukan.

“Jenazah-jenazah tersebut telah dibawa ke rumah sakit terdekat,” begitu penjelasan singkat dari pihak Pertahanan Sipil.

Ini semua terjadi di tengah upaya meredakan ketegangan. Presiden AS Donald Trump, lewat akun Truth Social-nya pada Kamis (16/4) waktu AS, menyebut telah terjadi percakapan “luar biasa” dengan pemimpin Lebanon dan Israel.

“Kedua pemimpin ini telah sepakat bahwa untuk mencapai perdamaian antara negara mereka, mereka akan secara resmi memulai gencatan senjata selama 10 hari,” tulis Trump kala itu.

Pengumuman gencatan itu sendiri muncul setelah pembicaraan langka antara duta besar kedua negara di Washington DC. Pertemuan yang dimediasi Amerika itu digelar pada Selasa (14/4), mencoba mencari titik terang.

Sayangnya, jalan menuju perdamaian selalu berliku. Lebanon sendiri sudah terseret dalam konflik Timur Tengah sejak awal Maret lalu. Pemicunya adalah serangan yang dilancarkan kelompok Hizbullah yang berbasis di Lebanon dan didukung Iran terhadap Israel. Kini, dengan insiden drone terbaru ini, suasana tenang yang diharapkan sepertinya masih jauh dari kenyataan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar