Istora Senayan bergemuruh, Kamis (22/1) lalu, menyaksikan drama tiga gim yang menegangkan. Alwi Farhan berhasil melangkah ke perempat final Indonesia Masters 2026 setelah mengalahkan wakil China, Wang Zheng Xing, dengan skor yang cukup melelahkan: 15-21, 21-19, dan 21-16.
Gim pertama sebenarnya dimulai dengan baik untuk Alwi. Ia tampil percaya diri, mengendalikan permainan, dan membangun keunggulan 10-6. Tapi momentum itu tiba-tiba buyar. Ia terpeleset dan jatuh. Meski tak menunjukkan tanda cedera serius, ritme permainannya langsung berantakan. Wang, di sisi lain, justru bangkit. Agresivitasnya meningkat drastis.
Alwi sempat mempertahankan keunggulan tipis 11-10 saat interval. Bahkan sempat memimpin 14-12. Namun setelah itu, semuanya berubah. Pukulan-pukulan keras Wang berhasil merobek pertahanan Alwi. Dari 14-12, skor berbalik menjadi 14-19. Gim pertama pun harus ia lepas dengan kekalahan 15-21.
Tekanan itu terbawa ke gim kedua. Alwi seperti kehilangan arah, tertinggal jauh 2-7. Situasinya tampak suram. Namun begitu, perlahan ia mulai menemukan jalannya. Agresivitasnya kembali muncul, poin demi poin ia raih, dan berhasil mengejar ketertinggalan hingga hanya 9-11 di interval.
Nah, setelah jeda itulah Alwi benar-benar berubah. Ia tampak "on fire". Tertinggal 13-15, ia malah berbalik unggul 18-15. Drama belum selesai. Wang menyusul lagi hingga 18-19. Suasana mencekam. Tapi Alwi bertahan, menutup gim kedua 21-19. Kepercayaan dirinya kembali, meski terlihat jelas konsistensi masih jadi pekerjaan rumah.
Memasuki gim penentu, stamina keduanya jelas terkuras. Pertukaran poin berlangsung alot, diselingi error dari kedua sisi. Alwi lagi-lagi tertinggal, kali ini 9-11. Ia sempat kesulitan membongkar pertahanan Wang, beberapa pukulannya malah melenceng keluar.
Tapi kemudian, momen itu datang. Alwi mulai memasukkan variasi serangan, kombinasi dropshot dan smash silang yang membuat Wang mati langkah. Dari skor 12-15, ia menyamakan kedudukan 15-15. Lalu, dari 15-16, ia merangkai lima poin beruntun. Pertandingan berakhir dengan pukulan net silang yang tajam. 21-16 untuk Alwi.
Kemenangan ini tentu manis, tapi juga penuh pelajaran. Ia menunjukkan mental untuk bangkit dari ketertinggalan, meski harus melalui jalan yang berliku.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Start ke-17 di Moto3 Spanyol, Kenangan Comeback 2025 Jadi Modal
PSM Makassar Jadi Batu Sandungan Potensial bagi Persib di Perebutan Gelar Super League
Veda Ega Pratama Start ke-17 di Kualifikasi Moto3 Spanyol, Catat Waktu Lebih Cepat tapi Gagal Bersaing
Pemerintah Makassar Gelontorkan Rp350 Miliar untuk Stadion Untia, Target Rampung 2027