JAKARTA Nyeri lutut. Buat banyak perempuan, keluhan ini sering dianggap cuma efek lelah biasa. Padahal, bisa jadi itu sinyal awal gangguan tulang dan sendi yang lebih serius. Kalau dibiarkan begitu saja, risikonya nggak main-main.
Setiap hari, perempuan menjalani rutinitas yang padat. Kerja kantoran, urusan rumah tangga, olahraga, semuanya numpuk. Aktivitas-aktivitas itu kadang bikin lutut terasa pegal, nyut-nyutan, bahkan sampai berkepanjangan. Rasanya memang seperti kelelahan biasa. Tapi, menurut dokter, jangan langsung ambil kesimpulan begitu.
Secara medis, keluhan semacam ini bisa mengarah ke gangguan muskuloskeletal. Butuh pemeriksaan lebih lanjut, jelas. Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi, I Made Yudi Mahardika, mengungkapkan bahwa perempuan secara biologis memang punya risiko lebih tinggi. Masalah tulang dan sendi, katanya, lebih sering menghampiri mereka.
“Perempuan lebih rentan mengalami cedera ligamen lutut dan osteoporosis. Ini dipengaruhi faktor hormonal seperti estrogen, serta struktur tubuh dan pola gerak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, hormon estrogen punya peran besar dalam menjaga kekuatan tulang dan ligamen. Nah, ketika kadar hormon ini mulai menurun misalnya menjelang atau setelah menopause risiko gangguan seperti osteoporosis ikut naik. Nggak bisa dianggap sepele.
Sayangnya, banyak orang baru sadar dan periksa ke dokter saat kondisinya sudah parah. Padahal, keterlambatan penanganan bisa bikin fungsi sendi menurun. Dampaknya? Aktivitas sehari-hari jadi terganggu. Yang tadinya bisa jalan santai, naik turun tangga, jadi terasa berat.
“Keluhan seperti nyeri lutut tidak boleh dianggap sebagai kelelahan biasa dan perlu dievaluasi sejak dini,” tegasnya.
Di sisi lain, faktor gaya hidup juga ikut andil. Kurang gerak, postur tubuh yang salah, atau olahraga yang asal-asalan semua itu bisa memperparah kondisi lutut. Menurutnya, menjaga kekuatan otot, rutin olahraga dengan teknik yang benar, dan menjaga berat badan ideal bisa membantu mengurangi tekanan pada sendi.
Jadi, penting banget buat perempuan lebih peka terhadap sinyal tubuh sendiri. Kalau nyeri lutut datang lagi dan lagi, atau nggak kunjung reda, sebaiknya jangan ditunda. Segera periksakan diri. Deteksi dini itu kunci. Mencegah lebih baik daripada mengobati, kan?
Artikel Terkait
Studi Ungkap Kebiasaan Nonton Video Pendek Bisa Turunkan Kontrol Diri dan Fokus Otak
Menjelang Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju, Rumah Ahmad Dhani di Pondok Indah Sepi, Sang Musisi Istirahat Jaga Kondisi
El Rumi dan Syifa Hadju Dikabarkan Menikah 26 April 2026
Kemenkes Peringatkan Dampak Pornografi Berlebihan pada Kesehatan Mental dan Sosial