Selama ini, jerawat kerap dianggap sebagai masalah kulit yang muncul semata-mata akibat wajah kotor atau perubahan hormon. Namun, anggapan itu tidak sepenuhnya benar. Faktanya, kondisi kesehatan usus juga dapat menjadi pemicu timbulnya jerawat.
Dokter Estetika dan Antiaging dari BeautyXpert Clinic, dr. Cynthia Jayanto, M.Biomed (AAM), AIFO-K, menjelaskan bahwa penyebab jerawat jauh lebih kompleks dari sekadar faktor eksternal. Dalam sebuah diskusi, ia mengungkapkan bahwa jerawat merupakan kondisi multifaktorial, artinya dipengaruhi oleh banyak hal sekaligus.
"Seseorang bisa jerawatan itu multifaktorial. Faktornya banyak, bisa karena faktor hormonal, gaya hidup, kebersihan, infeksi bakteri, makanan, sampai stres," ujarnya.
Menariknya, penelitian terkini menunjukkan adanya keterkaitan antara kesehatan saluran pencernaan dengan kondisi kulit, termasuk jerawat hormonal yang lazim dialami remaja. Menurut dr. Cynthia, studi klinis terbaru mengungkapkan bahwa jerawat dapat dipengaruhi oleh kondisi usus, terutama akibat gut dysbiosis ketidakseimbangan antara bakteri baik dan bakteri jahat di dalam usus.
Ia menyoroti pola makan anak-anak dan remaja saat ini yang banyak didominasi makanan tinggi gula serta makanan olahan. Kebiasaan tersebut dapat mengganggu keseimbangan mikrobiota usus dan meningkatkan peradangan dalam tubuh, yang pada akhirnya memicu munculnya jerawat.
"Anak-anak biasanya suka makanan yang indeks glikemiknya tinggi, yang manis-manis. Paparan seperti itu bisa memengaruhi kondisi usus dan akhirnya memicu jerawat," katanya.
Untuk mengatasi hal ini, dr. Cynthia menyarankan penerapan pola makan seimbang dengan memperbanyak konsumsi serat, buah, dan sayuran. Pada beberapa kasus, tambahan probiotik juga dinilai dapat membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa jerawat bukan sekadar masalah penampilan. Jerawat merupakan tanda adanya proses peradangan di dalam tubuh. Oleh karena itu, penanganannya tidak cukup hanya mengandalkan produk perawatan kulit atau skincare, melainkan juga perlu memperhatikan kesehatan tubuh secara menyeluruh.
"Kalau ada jerawat berarti ada peradangan. Kita harus cari tahu faktor penyebabnya, bukan hanya fokus pada kulitnya saja," ujarnya.
Menurut dr. Cynthia, menjaga pola makan, mengelola stres, mencukupi waktu tidur, serta merawat kesehatan usus merupakan langkah penting untuk mengontrol jerawat dari dalam tubuh.
Artikel Terkait
Dokter Bantah Mitos Jus Labu Mempercepat Pemulihan Pascaoperasi Plastik, Protein Justru Kunci Utama
Dede Sunandar Buka Suara soal Keretakan Rumah Tangga: Faktor Ekonomi Jadi Pemicu Utama
Prabowo Dorong Perluasan Akses Tenaga Kerja Indonesia ke Sektor Teknologi Tinggi di Jerman
Soimah Alami Keguguran Januari 2026, Tak Sadar Sedang Hamil Anak Ketiga