Dokter Bantah Mitos Jus Labu Mempercepat Pemulihan Pascaoperasi Plastik, Protein Justru Kunci Utama

- Senin, 15 Juni 2026 | 20:55 WIB
Dokter Bantah Mitos Jus Labu Mempercepat Pemulihan Pascaoperasi Plastik, Protein Justru Kunci Utama

Anggapan bahwa mengonsumsi jus labu dapat mempercepat pemulihan setelah operasi plastik ternyata lebih mendekati mitos ketimbang fakta medis yang terbukti secara ilmiah. Klaim yang beredar luas di media sosial ini mendapat bantahan langsung dari dokter spesialis estetika dan antiaging, dr. Cynthia Jayanto, yang menegaskan bahwa nutrisi utama yang dibutuhkan tubuh pascaoperasi justru berasal dari sumber protein.

Dalam sebuah diskusi kesehatan, dr. Cynthia menjelaskan bahwa instruksi medis utama bagi pasien yang baru menjalani prosedur operasi plastik adalah memperbanyak asupan protein. Nutrisi ini memegang peran krusial dalam proses regenerasi jaringan dan penyembuhan luka. Sumber protein yang dianjurkan meliputi telur, ayam, dan daging, bukan semata-mata bergantung pada jus labu.

"Itu mitos. Kalau pascaoperasi biasanya instruksi medis yang utama justru memperbanyak protein," ujar dr. Cynthia dalam sebuah podcast.

Meskipun demikian, dr. Cynthia tidak sepenuhnya menafikan manfaat jus labu. Ia mengakui bahwa labu mengandung vitamin dan antioksidan yang baik bagi tubuh. Namun, manfaat tersebut hanya bersifat pelengkap dan tidak dapat dijadikan andalan utama dalam proses penyembuhan.

"Kalau labu mungkin ada antioksidan dan vitaminnya, tapi bukan yang utama," katanya.

Di sisi lain, keberhasilan pemulihan pascaoperasi plastik tidak hanya ditentukan oleh asupan makanan. Faktor yang tidak kalah penting adalah kepatuhan pasien terhadap instruksi dokter. Pasien biasanya mendapatkan sejumlah obat, termasuk antibiotik dan pereda nyeri, yang harus dikonsumsi sesuai anjuran. Tanpa disiplin dalam menjalani perawatan, proses penyembuhan berpotensi berlangsung lebih lama dan risiko komplikasi dapat meningkat.

"Kalau obat-obatan tidak diminum sesuai instruksi, proses pemulihan bisa lebih lama dan risiko komplikasi juga bisa meningkat," ujarnya.

Selain mengonsumsi protein yang cukup, pasien juga disarankan untuk menjaga kebersihan area operasi, beristirahat dengan cukup, dan menghindari kebiasaan yang dapat mengganggu penyembuhan luka. Menurut dr. Cynthia, tidak ada satu jenis makanan ajaib yang mampu mempercepat pemulihan secara instan. Sebaliknya, kombinasi antara nutrisi seimbang, istirahat yang cukup, serta kepatuhan terhadap arahan medis merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan pemulihan.

"Jadi jangan hanya mengandalkan jus labu. Yang paling penting tetap pola makan yang baik, protein yang cukup, dan mengikuti semua arahan dokter," pungkasnya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar