Pemerintah Makassar Gelontorkan Rp350 Miliar untuk Stadion Untia, Target Rampung 2027

- Sabtu, 25 April 2026 | 20:30 WIB
Pemerintah Makassar Gelontorkan Rp350 Miliar untuk Stadion Untia, Target Rampung 2027

MAKASSAR Ada yang sedang digarap serius di kota ini. Pemerintah Makassar punya ambisi besar, dan mereka tidak mau ketinggalan zaman. Soalnya, PSM Makassar kebanggaan warga Sulawesi Selatan sudah lama butuh rumah yang benar-benar layak. Nah, proyek Stadion Untia di Kecamatan Biringkanaya ini jadi semacam jawaban. Sebuah langkah yang cukup berani, menurut saya.

Anggarannya? Rp350 miliar. Bukan angka yang kecil, jelas. Proyek ini dirancang multiyears, targetnya rampung tahun 2027. Pemerintah kota kayaknya serius, tidak main-main. Stadion ini bukan cuma tempat olahraga, tapi juga bagian dari visi besar: membangun identitas Makassar lewat sepak bola.

Suryadi, Kepala Bidang Prasarana dan Bangunan Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar, bilang kalau anggaran itu sudah diatur bertahap. Untuk tahun 2026 saja, sudah disiapkan Rp124 miliar. Fokusnya di pekerjaan awal: penimbunan lahan, pematangan tanah, sampai struktur dasar. Fondasi, gitu lah. Biar stadionnya nanti berdiri kokoh.

Yang menarik, pendekatan yang dipakai cukup progresif. Metode design and build. Artinya, perencanaan dan konstruksi jalan berbarengan. Efisien waktu, katanya.

“Ketika sudah selesai tahap bawah, dia langsung bangun, bersamaan dengan itu lanjut ke tahap perencanaan berikutnya,” jelas Suryadi.

Strategi kayak gini nunjukin kalau pemerintah nggak cuma mikirin hasil akhir. Mereka juga peduli sama prosesnya. Dalam proyek sebesar ini, kecepatan itu penting asalkan kualitasnya tetap terjaga.

Tahap awal, ya, pekerjaan dasar dulu. Land clearing, penimbunan, pemancangan. Fase yang krusial, soalnya ini yang bakal nentuin kualitas bangunan ke depannya. Tanah yang matang, struktur yang kuat itu yang diharapkan jadi fondasi stadion yang tahan lama.

Proses pengadaan konstruksi sendiri rencananya mulai awal Mei 2026. Tender butuh waktu sekitar satu sampai dua bulan. Pemerintah optimis pemenang lelang bisa ditetapkan sekitar Juli 2026. Tapi, yang bikin beda: mereka nggak cari kontraktor dengan harga termurah.

Ada mekanisme beauty contest. Jadi, kualitas desain dan kemampuan teknis juga dinilai. Bukan sekadar cari yang murah, tapi yang terbaik secara keseluruhan.

“Belum tentu yang penawar terendah adalah pemenangnya, kita carilah yang optimal,” tegas Suryadi.

Ini sinyal kalau pemerintah Makassar serius pengen stadion yang standarnya tinggi. Dari segi estetika maupun fungsionalitas. Lagipula, stadion ini dirancang sebagai tipe B, dengan kapasitas yang fleksibel.

Soal kapasitas, masih dikaji. Rentangnya antara 10.000 sampai 30.000 penonton. Tapi target realistisnya di kisaran 15.000 sampai 20.000 kursi. Angka yang dianggap ideal buat kompetisi domestik, dan pastinya efisien buat anggaran.

Penyesuaian ini nantinya lewat review pagu oleh konsultan manajemen konstruksi. Biar desainnya benar-benar sesuai dengan kemampuan finansial yang ada.

Langkah penting lain sudah dilakukan. Kontrak manajemen konstruksi sudah ditandatangani dengan PT Ciriajasa Cipta Mandiri. Tepatnya 17 Maret 2026, lewat Dinas PU Kota Makassar. Ini jadi tanda dimulainya fase awal pembangunan.

Surat Penunjukan Barang/Jasa (SPBJ) juga sudah terbit. Jadi, ada dasar hukum yang jelas buat pelaksanaan proyek. Setelah sekian lama cuma di tahap perencanaan, akhirnya ada titik awal yang konkret.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, optimis. Katanya, pembangunan fisik dan penimbunan lahan bakal mulai pertengahan 2026.

“Dengan adanya pemenang tender MK dan tanda tangan kontrak, maka pembangunan konstruksi fisik serta penimbunan lahan stadion bisa kita kerjakan secepatnya pertengahan tahun ini,” ujarnya.

Proyek Stadion Untia ini juga nggak bisa dilepaskan dari dinamika stadion lain di Makassar, kayak wacana Stadion Sudiang. Persaingan ini malah jadi pemicu buat pemerintah menghadirkan fasilitas terbaik. Biar nggak kalah soal kualitas dan kesiapan infrastruktur.

Buat PSM Makassar, stadion baru ini jelas angin segar. Selama ini, klub kebanggaan masyarakat Sulsel sering pusing soal stadion kandang. Dengan adanya Stadion Untia, harapan punya markas permanen yang modern dan layak makin mendekati kenyataan.

Lebih dari itu, stadion ini juga berpotensi jadi pusat kegiatan olahraga dan hiburan di Makassar. Bukan cuma sepak bola, tapi juga event lain yang bisa menggerakkan ekonomi lokal.

Pada akhirnya, proyek Stadion Untia bukan cuma soal bangunan fisik. Ini investasi jangka panjang. Upaya membangun masa depan olahraga di Makassar, sekaligus ngukuhin identitas kota sebagai salah satu pusat sepak bola di Indonesia.

Kalau semuanya berjalan lancar, tahun 2027 nanti Makassar nggak cuma punya stadion baru. Tapi juga simbol kebanggaan baru buat warganya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar