Menteri PU Dody Hanggodo Benarkan Ada ‘Deep State’ di Kementeriannya, Seperti Rayap di Dalam Kayu

- Jumat, 22 Mei 2026 | 16:40 WIB
Menteri PU Dody Hanggodo Benarkan Ada ‘Deep State’ di Kementeriannya, Seperti Rayap di Dalam Kayu
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengonfirmasi kebenaran pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai keberadaan negara bayangan atau jaringan rahasia yang dikenal dengan istilah deep state di lingkungan kementerian yang dipimpinnya. Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan secara terbuka, Dody menganalogikan fenomena tersebut seperti rayap yang menggerogoti kayu dari dalam. “Ya bagaimana saya harus mengatakan bahwa yang selama ini didengung-dengungkan oleh Pak Presiden Prabowo Subianto, ada deep state di Kementerian PU, memang ada,” ujar Dody dalam acara media briefing di Kementerian PU, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (22/5/2026). Ia menjelaskan bahwa keberadaan deep state di institusinya ibarat rayap yang bersarang di dalam kayu yang tampak masih utuh. Namun, ketika kayu tersebut digoyangkan sedikit saja, strukturnya akan langsung ambruk. Analogi itu digunakan Dody untuk menggambarkan kerapuhan sistem birokrasi yang telah dimasuki kepentingan tersembunyi. “Coba kayunya disenggol dikit, pasti ambrol kan? Sama. Deep state itu kayak rayap-rayap ini. Padahal, padahal, birokrasi itu adalah salah satu dari tiga pilar utama yang Pak Presiden sebut sebagai state craft. Pilar negara,” katanya. Menurut Dody, birokrasi yang berintegritas merupakan pilar terakhir dari tiga fondasi utama kenegaraan yang disebut Presiden Prabowo, yakni tentara yang kuat, aparat kepolisian dan intelijen yang berkualitas, serta birokrasi yang kokoh. Ia menegaskan bahwa jika salah satu pilar tersebut lemah, maka negara secara keseluruhan akan terancam ambrol, meskipun sektor-sektor lainnya tampak kuat. “Ada tentara yang kuat. Ada polisi, intelijen yang berkualitas. Dan jangan lupa yang paling akhir, birokrasi yang berintegritas, yang juga kuat. Salah satu dari pilar ini lemah, pasti negaranya ambrol, seberapa kuat penuhnya di atas ini,” imbuhnya. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dody menganalogikan langkah yang diperlukan seperti melakukan fumigasi pada kayu yang terserang rayap. Ia menyebut bahwa tindakan itulah yang mendasari keputusannya untuk kerap melakukan pergantian pejabat di lingkungan Kementerian PU. “Bagi saya, menjelaskan deep state di Kementerian Pekerjaan Umum, kayak saya menganalogikan dengan rayap di dalam kayu lah. Bagaimana cara menyelesaikannya? Ya kayunya difumigasi. Kalau sudah parah, ya diganti. Udah gitu saja. Itu sebabnya kemudian kenapa bolak-balik saya gonta ganti eselon 1, bolak-balik saya ganti eselon 2, eselon 3, dan seterusnya. Even kepala balai,” ujarnya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar